Rabu 11 Desember 2019, 13:00 WIB

Dishub Minta MRT Geser Titik Transit ke Sawah Besar

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Dishub Minta MRT Geser Titik Transit ke Sawah Besar

MI/Insi Nantika Jelita
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo

 

TRASE MRT koridor timur-barat akan berhimpitan dengan trase LRT Koridor 2 Pulo Gadung-Kebayoran Lama. Meski studi kelayakan LRT Koridor 2 belum selesai, Dinas Perhubungan DKI Jakarta enggan memindahkan trase LRT.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut titik-titik pemberhentian LRT telah dirancang sedemikian rupa untuk memfasilitasi penumpang dari wilayah timur (Pulo Gadung) menuju barat (Kebayoran Lama) serta mengisi kekosongan angkutan massal karena MRT timur-barat baru mulai dibangun pada 2024.

"Kami perlu akselerasi perkuatan timur-barat. Untuk perkuatan timur-barat itu, ada opsi untuk LRT yang dia bisa lebih cepat dalam implementasinya. Oleh sebab itu, ITU yang kami ambil untuk menutup kekurangan jaringan jalan rel di timur-barat," ujar Syafrin di Balai Kota, Selasa (10/12).

Baca juga: Tambahan Anggaran LRT Rp68 Miliar Berpotensi Langgar Aturan

LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang memiliki panjang rute 19,7 km ditargetkan dibangun tahun depan dan mulai beroperasi pada 2022. Sementara MRT timur-barat fase 3 baru akan beroperasi pada 2027.

Dengan masih lamanya pembangunan MRT timur-barat, Syafrin menyebut masih ada kemungkinan MRT mengubah desain konstruksinya terutama stasiun pertemuan antara timur-barat dengan selatan-utara yang saat ini direncanakan di Sarinah.

"MRT timur-barat itu intersection awalnya di Sawah Besar. Lalu pindah ke Sarinah karena menilai di Harmoni sudah ada sentral pertemuan Trans-jakarta. Tapi bisa dikembalikan lagi ke rencana awal di Sarinah," tukasnya.

Syafrin menyebut studi perencanaan LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama telah direncanakan sejak 2014. Pihaknya pun optimisTIS, dengan skema kerja sama pemerintah daerah dan badan usaha (KPDBU), LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama akan selesai tepat waktu.

"MRT akan kami minta CCO (Contract Change Order). Kami yakin dengan skema KPDBU ini bisa selesai," ungkapnya.

Sebelumnya, dalam diskusi yang diselenggarakan Dewan Transportasi Jakarta (DTKJ), Senin (9/12) lalu, Direktur Prasarana Perkeretaapian Ditjen Kereta Api Kemenhub Heru Wisnu Wibowo mendorong agar LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama memindahkan trasenya karena berhimpitan dengan MRT timur-barat rute Cikarang-Balaraja.

Wisnu menyebut lebih mudah menggeser trase LRT karena tahun depan MRT akan memulai kontruksi fase 2 Sarinah-Kota dan membuat titik transit di Sarinah. (OL-2)

Baca Juga

AFP/JOSH EDELSON

Sabtu Pagi, Ratusan Rumah di Menteng Atas Kebakaran

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 November 2020, 06:43 WIB
Sebanyak sepuluh unit damkar dibantu petugas PLN, PMI, Dinkes serta TNI, Polri dikerahkan menuju lokasi...
ANTARA FOTO/Rahmad

Perekonomian Nasional Diprediksi Membaik

👤Put/J-2 🕔Sabtu 28 November 2020, 04:15 WIB
UMKM yang mampu melakukan adaptasi teknologi lebih cepat selama masa pandemi covid-19 dinilai akan lebih mampu...
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

24.821 Pasien di Wisma Atlet Sembuh

👤Hld/Ant/H-1 🕔Sabtu 28 November 2020, 04:05 WIB
RUMAH Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, mencatat jumlah pasien covid-19 yang sembuh hingga kemarin mencapai 24.821...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya