Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
JELANG pengoperasian pada 20 Desember, kontur badan jalan tol Jakarta Cikampek (Japek) Elevated II masih belum mulus. Terutama bagian sambungan badan jalan hingga menimbulkan gelombang.
“Kami upayakan penyempurnaan siar muai (expansion joint) sebelum dibuka secara fungsional,” ungkap Pimpinan Proyek Tol Jakarta Cikampek II (elevanted) Suchandra Hutabarat, Selasa (10/12).
Ia menjelaskan penyempurnaan pemasangan expansion joint akan dilakukan mulai malam ini. Ada beberapa titik yang harus disempurnakan. Sebab, temuan terhadap expansion joint yang dirasa tidak membuat nyaman pengguna tol terjadi saat Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meninjau langsung kesiapan pengoperasian Tol Layang Jakarta-Cikampek, Minggu (8/12) lalu.
Baca juga: Pengoperasian Tol Japek II Mundur ke 20 Desember
Seperti diketahui, expansion joint atau siar muai merupakan bahan yang dipasang di antara sambungan yang terdapat di badan jembatan. Sambungan ini berfungsi untuk mengakomodasi gerakan yang terjadi saat dilintasi kendaraan.
“Malam ini kita upayakan sudah selesai dilakukan penyempurnaan expansion joint,” lanjut dia.
Tol Layang Jakarta-Cikampek II ini rencananya akan mulai difungsikan pada 20 Desember. Ruas jalan tol layang yang melintang sepanjang 36,4 kilometer mulai dari simpang susun Cikuning hingga Karawang Barat ini dilengkapi dengan tilang elektronik juga akan dijaga Kepolisian yang disiagakan tiap 4 kilometer. Aparat mengawasi badan jalan dan melakukan penegakan hukum bagi pelanggar dengan penerapan tilang elektronik.
Dengan adanya tol ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Tol Jakarta-Cikampek eksisting saat arus mudik Natal 2019 dan Tahu Baru 2020.(OL-5)
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
PT Jasa Marga menerapkan diskon tarif tol sebesar 30% untuk rute menerus dari Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama menuju GT Kalikangkung
Sebagai tambahan layanan darurat, Pertamina juga menyiagakan layanan motoris yang bertugas membantu pengendara yang mengalami kehabisan bahan bakar di tengah kemacetan.
Selain itu, disediakan 15 tempat istirahat dan pelayanan (TIP) fungsional di berbagai titik strategis.
“Pembatasan ini akan mulai diberlakukan pada Jumat, 13 Maret 2026 pukul 00.00 WIB, hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB
Astra Infra sebagai penyedia layanan infrastruktur publik khususnya jalan tol, siap melayani pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved