Headline

Pemerintah merevisi berbagai aturan untuk mempermudah investasi.

Fokus

Hingga April 2024, total kewajiban pemerintah tercatat mencapai Rp10.269 triliun.

Warga Keluhkan Rencana Kenaikan Iuran BPJS

Rifaldi Putra Irianto
02/9/2019 14:15
Warga Keluhkan Rencana Kenaikan Iuran BPJS
BPJS(ANTARA/Aditya Pradana Putra)

RENCANA Pemerintah pusat menaikan tarif iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk semua kelas dikeluhkan sejumlah warga. Salah seorang warga, Titin, 40, peserta BPJS, saat ditemui di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta, menilai kenaikan iuran tersebut cukup memberatkan dirinya.

"Kebetulan saya kan peserta kelas II, untuk kenaikan kelas II tinggi sekali ya, hampir dua kali lipat, kalau naiknya jadi Rp110 ribu cukup berat, " katanya saat ditemui di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta, Senin (2/9).

Baca juga: Unpad Raih Anugerah Iptek dan Inovasi Widyapadhi

Ia berharap, pemerintah dapat kembali mengkaji kenaikan iuran BPJS, agar tidak membebankan masyarakat. "Pemerintah semoga bisa dikaji lagi mengenai kenaikan iuran (BPJS), kalau naiknya Rp10 ribu sampai Rp15 ribu mungkin tak masalah, tapi kalau hampir dua kali lipat. Jujur saja saya keberatan," jelasnya.

Ia juga meminta agar kemudian Pemerintah tidak hanya menaikan iuran, melainkan juga meningkatkan fasilitas serta pelayanan BPJS.

"Ngurus BPJS saat ini masih sulit, sekarang mau dinaikin iurannya, apa bisa menjamin peningkatan pelayanan juga? Semoga pemerintah tidak hanya naikin iuran tapi juga tingkatkan pelayanan," pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang Peserta BPJS lainnya, Surya, 37, mengaku juga keberatan bila rencana kenaikan iuran BPJS benar dilakukan. "Keberatan, meski kenaikan untuk yang kelas III tidak terlalu mahal, tapi saya juga harus membiayai anak dan istri saya, jadi lumayan berasa, " ucapnya.

Ia juga mengatakan, seharusnya pemerintah dapat terlebih dahulu membenahi pelayanan BPJS, sebelum menaikan iuran. "Masih banyak pelayanan yang perlu dibenahi, seharusnya pemerintah berbenah kepada pelayanan terlebih dahulu, baru naikin iuran. Ngurus BPJS masih sulit, bahkan harus mondar-mandir beberapa kali ke RS baru dilayani," imbuhnya.

Baca juga: Buya Syafii Ucapkan Selamat Untuk Kardinal Baru

Diketahui, pemerintah berencana melakukan kenaikan pada iuran BPJS bagi seluruh kelas. Adapun rencana kenaikan iuran tersebut yakni untuk peserta BPJS kelas mandiri I, peserta harus membayar Rp160 ribu per bulan dari saat ini yang hanya dikenakan Rp80 ribu per bulan.

Kemudian, peserta kelas mandiri II diusulkan naik Rp59 ribu per bulan menjadi Rp110 ribu dari posisi sekarang sebesar Rp51 ribu per bulan. Sementara, peserta kelas mandiri III naik dari Rp25.500 per bulan menjadi Rp42 ribu per peserta setiap bulannya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya