Jumat 02 Agustus 2019, 11:50 WIB

Tujuh Pulau Seribu Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina

M Iqbal Al Machmudi | Megapolitan
Tujuh Pulau Seribu Terdampak Tumpahan Minyak Pertamina

ANTARA/Ahmad Subaidi
Foto udara gugusan Pulau Seribu di Jakarta

 

SEBANYAK tujuh pulau di Kepulauan Seribu tercemar tumpahan minyak milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) yang terjadi pada Senin (22/7).

"Sejak tumpahnya minyak, oil spill sudah sampai ke Kepulauan Seribu. Yang terdampak hususnya di wilayah selatan, tujuh pulau di sekitar ujung Jawa," kata Bupati Kepulauan Seribu Husein Murad di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (2/8).

Hingga saat ini, pembersihan perairan dan pantai Kepulauan Seribu yang tercemar sudah digalakan dengan mengakomodasi seluruh petugas yang ada.

"Langkah yang kami lakukan adalah membersihkan oil spill tadi ketika dia sampai ke darat memobilisasi seluruh petugas yang ada," ujar Husein.

"Khususnya petugas PPSU dan petugas dari dinas lingkungan hidup. Pihak Pertamina juga sudah turun ke lapangan dan kami sama-sama, sehingga menimalisasi dampak yang ditimbulkan dari oil spill ini," imbuhnya.

Baca juga: Jumat Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia

Tidak tinggal diam, Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah bertemu perwakilan Pertamina di Balai Kota DKI pagi tadi. Pertemuan tersebut untuk menjelaskan yang peristiwa yang terjadi.

Selain itu, Pemprov juga akan mengadakan pertemuan dan rapat koordinasi dengan pihak Pertamina untuk mencari solusi yang akan dilakukan pekan depan.

"Ke depannya akan ada tim bersama dari Pemprov DKI dan Pertamina untuk mendatangi masyarakat melihat berinteraksi langsung dan memastikan bahwa apa yang menjadi masalah dari masyarakat kami selesaikan," jelas Anies.

Pemprov direncanakan akan melakukan pertemuan dengan masyarakat pesisir yang terdampak langsung tumpahan minyak PHE ONWJ yang direncanakan pada minggu depan.

"Langkah paling awal bertemu dengan masyarakat nelayan, untuk mengetahui konsekuensi yang mereka alami. Sehingga mereka kelangsungan hidup tidak terganggu," tegas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

"Karena nelayan hidupnya dari perairan. Dari air dan itu setiap hari. karena itulah segera akan bertemu timnya, dan pesannya adalah akan semua yang menjadi konsekuensi negatif akan ada pertanggung jawaban," tutup Anies. (OL-2)

Baca Juga

dok.ant

Besok, Biskita Transpakuan Bogor Beroperasi Lagi

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 23 Januari 2022, 11:15 WIB
BPTJ Kementerian Perhubungan memastikan bahwa BISKITA Trans Pakuan di Kota Bogor mulai besok, Senin (24/1) beroperasi...
dok.ant

Kasus Covid-19 hingga Sabtu di Jakarta Bertambah 1.825 Orang

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Minggu 23 Januari 2022, 09:45 WIB
KASUS positif baru di DKI Jakarta berdasarkan hasil tes PCR, Sabtu bertambah 1.825 orang  dimana 1.528 di antaranya (83,7%) merupakan...
MI/Rudi Kurniawansyah

Giring Sebut hanya Firaun yang Bisa Kerjakan Proyek JIS

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Minggu 23 Januari 2022, 08:20 WIB
Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha Djumaryo menyebut proyek Firaun untuk Jakarta International Stadium...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya