Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SPANDUK bertuliskan penolakan terhadap keberadaan pencari suaka muncul di sekitar gedung eks kodim di Kalideres, Jakarta Barat.
"Yang terhormat Bapak Gubernur, ini komplek perumahan bukan tempat penampungan banyak tempat lain yang lebih layak," bunyi salah satu tulisan yang berada persis di depan tempat penampungan pencari suaka, Kalideres, Jakarta, Sabtu (13/7).
Tulisan yang diklaim merupakan bentuk keresahan warga DKI terpampang di berbagai sudut di jalan kawasan tersebut.
Salah seorang warga, Yani, 33, mengaku merasa terganggu dengan hadirnya pencari suaka di kawasan tempatnya tinggal.
"Sebelumnya kan mereka bikin tenda di sana deket kantor imigrasi, saya merasa terganggu karena bikin kotor dan terkesan kumuh," kata Yani saat ditemui di depan gedung eks kodim, kalideres, Jakarta, Sabtu (13/7).
Baca juga: Terus Bertambah, Pengungsi Pencari Suaka Capai 1.100 Orang
Ia juga mengatakan meskipun belum menganggu namun ia tetap merasa takut dengan keberadaan mereka.
"Sejauh ini memang belum merasa keganggu, tapi kalau rasa takut pasti ada namanya mereka kan orang asing, pasti ada rasa takut," ucapnya.
Untuk diketahui, para pencari suaka dari Afghanistan, Somalia, dan Sudan kini telah memilik tempat penampungan yang lebih layak. Mereka dipindah ke gedung eks kodim, Kalideres, Jakarta Barat. Sebelumnya, mereka mendirikan tenda-tenda di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Pemindahan tersebut berdasarkan keputusan bersama antara Kementerian Luar Negeri dengan UNHCR.
Gedung itu merupakan aset Pemprov DKI, lokasinya dekat Rumah Detensi Imigrasi Kalideres yang selama ini menjadi tempat penampungan para pencari suaka.
"Pemprov DKI menyiapkan tenda-tenda untuk tempat tinggal para pencari suaka. Pemprov DKI juga menyediakan fasilitas mandi, cuci dan kakus," kata Pelaksana harian Gubernur DKI Jakarta Saefullah di Jalan Kebon Sirih.
Sejauh ini, tercatat sekitar 1.100 orang pengungsi menempati gedung dua lantai eks kantor kodim tersebut.(OL-5)
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved