Jumat 12 Juli 2019, 15:32 WIB

Terus Bertambah, Pengungsi Pencari Suaka Capai 1.100 Orang

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Terus Bertambah, Pengungsi Pencari Suaka Capai 1.100 Orang

MI/Pius Erlangga
Sejumlah pencari suaka mengantre untuk memasuki bus saat akan dipindahkan dari trotoar kawasan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (11/7/2019)

 

KEPALA Dinas Sosial DKI Jakarta Irmansyah mengatakan jumlah pengungsi asing pencari suaka terus bertambah. Awalnya, Pemprov DKI Jakarta mendata sebanyak 241 orang pengungsi asing menempati trotoar Jalan Kebon Sirih untuk direlokasi ke tempat penampungan sementara, Kamis (11/7) kemarin.

Sebelumnya, para pengungsi menempati trotoar karena tidak memiliki tempat tinggal sekaligus ingin meminta kepada sub unit PBB yang mengelola pengungsi dan imigra, UNHCR, guna difasilitasi mendapat suaka untuk hijrah ke Australia.

Tapi kini jumlah pengungsi malah bertambah hingga 1.100 orang.

"Semalem sampai saat saya pulang itu dan sudah dikroscek sama UNHCR jumlah pengungsi 998 orang. Tapi kemudian bertambah terus hingga 1.100 orang. Mereka datang pakai kendaraan sendiri jam 10 hingga 11 malam, datang sendiri. Kemungkinan bukan dari Kebon Sirih," kata Irmansyah saat dihubungi, Jumat (12/7).

Baca juga: Pemprov DKI akan Tampung Pencari Suaka Selama Sepekan

Irmansyah tidak kuasa menolak kedatangan para pengungsi. Kebijakan merelokasi pengungsi semata dilakukan sebagai rasa kemanusiaan. Mantan wali kota Jakarta Selatan itu pun tetap akan memfasilitasi dengan baik para pengungsi selama di tempat penampungan.

Meskipun demikian, permasalahan pengungsi pencari suaka asing ini harus segera diselesaikan. Sebab, bukan tidak mungkin jumlah pengungsi yang pindah ke tempat penampungan akan terus bertambah. Jumlah pengungsi yang sangat banyak tersebut bisa jadi tidak lagi sesuai dengan kapasitas tempat relokasi.

"Makanya itu, kami tidak khawatir tapi kami kan tidak tahu gedung itu kapasitasnya seperti apa karena itu gedung kosong yang sudah lama tidak ditempati. Beda dengan rumah sakit yang kita tahu kapasitasnya. Dengan demikian masalah ini harus segera diselesaikan," tegasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More