Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, menyebut ditemukan bekas peluru karet serta pukulan benda tumpul pada tubuh korban, baik korban meninggal dunia maupun korban luka-luka akibat aksi demonstrasi yang berjalan anarki, kemarin malam.
Sejauh ini, terdapat 6 korban meninggal dunia serta 200 korban luka-luka yang tersebar di lima RS yakni RS Tarakan, RSCM, RS Pelni, RS Budi Kemuliaan, dan RSAL Mintoharjo.
Baca juga: Bubarkan Massa, Polisi tidak Dilengkapi Peluru Tajam
"Ada luka akibat benda tajam, tumpul, dan luka-luka lecet, ada luka robek dan beberapa luka menembus ke pembuluh darah di paru-paru," kata Widyastuti saat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau korban di RS Tarakan, Rabu (22/5).
Dinkes DKI menyiapkan tim medis di 37 titik di sekitar jalan MH Thamrin, jalan Cideng Barat, jalan Jati Baru, hingga jalan Wahid Hasyim.
Selain itu, terdapat 10 RS rujukan untuk menangani korban luka-luka akibat aksi demo. Namun, ketika korban membludak, Widyastuti menekankan RS manapun akan menerima korban luka-luka agar tidak terjadi penumpukan pasien sehingga penanganan kegawatdaruratan bisa diupayakan maksimal.
"Ada 10 rumah sakit rujukan tetapi juga semua rumah sakit siaga kalau memang terjadi penumpukan," tegasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved