Minggu 05 Mei 2019, 16:15 WIB

Tahun 2019, Tren Perceraian di Bekasi Meningkat, Apa Sebabnya?

Gana Buana | Megapolitan
Tahun 2019, Tren Perceraian di Bekasi Meningkat, Apa Sebabnya?

Ilustrasi -- Dok MI
Kasus Perceraian di Bekasi

 

JUMLAH kasus perceraian di awal 2019 semakin meningkat. Bahkan, mayoritas gugatan perceraian tersebut datang dari kalangan istri.

Berdasarkan data yang diperoleh, hingga awal Mei 2019 ada 1.739 perkara gugatan perceraian masuk ke Pengadilan Agama Kota Bekasi. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2018 yang hanya berjumlah 1.255 perkara. Tahun ini, dari keseluruhan 1.739 perkara, sebanyak 1.268 perkara merupakan gugatan yang diajukan pihak istri. Sedangkan sisanya dari suami.

Baca juga: Ini Hasil Rekapitulasi Pileg DPR RI di Kabupaten Bogor

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama kelas IA Bekasi, Masniarti, mengatakan penyebab gugatan perceraian dilayangkan mayoritas adalah karena masalah ekonomi. Biasanya, pihak istri sudah tak lagi dinafkahi sang suami dengan durasi waktu yang lama. Sehingga, kebanyakan para ibu rumah tangga ini lebih memilih cerai. “Kebanyakan faktor ekonomi yang memicu perceraian,” ungkap Masniarti, Minggu (5/5).

Menurut Masniarti, kehadiran pihak ketiga dalam pernikahan juga menjadi pemicu perceraian. Biasanya, awal permasalahan terlihat ketika salah satu pasangan ada yang merasa dikhianati sehingga langsung menggugat cerai. “Tapi untuk jumlahnya tidak terlalu banyak, masih kalah dengan faktor ekonomi,” kata dia.

Sejauh ini, kaya Masniarti, tiap ada surat pemohonan cerai dari salah satu pihak, pengadilan selalu mengupayakan mediasi. Hanya saja, mediasi ini tetap membuat pasangan suami itu memilih bercerai. “Sudah ada 100 mediasi yang ditempuh. Tapi upaya itu tetap kandas,” katanya.

Sehingga pada 2019 ini ada sekitar 315 perkara putusan gugatan cerai dikabulkan dari pihak suami dan ada 807 perkara gugatan dikabulkan dari pihak istri. Perkara ini bakal terus bertambah mengingat kasus tersebut masih tercatat dalam pertengahan tahun. “Sisanya masih dalam proses sidang,” imbuh dia.

Sementara itu, Humas Pengadilan Agama Kelas 1A Bekasi, Ummi Azma, mengatakan kurangnya mendapat perhatian dari salah satu pasangan menjadi salah satu faktor suami istri banyak yang mendaftarkan perkara perceraian.

Baca juga: Pemerintah Sudah Kantongi Calon Ibu Kota

Salah satu alasannya, kebanyakan para suami terlalu sibuk dengan hobinya, pekerjaan maupun rekan-rekannya. Sehingga, banyak yang mengabaikan untuk menjalankan atau menerima hak dan kewajiban.

“Faktor lain perlakuan kasar, hingga faktor kebutuhan batin yang tidak dapat dipenuhi,” tandasnya. (OL-6)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

PTM SMA-SMK di Depok Bakal Ditunda Lagi

👤Kisar Rajagukguk 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 11:20 WIB
RENCANA pembelajaran tatap muka (PTM) bagi SMA-SMK di Kota Depok yang rencananya di mulai 19 Juli 2021 kemungkinan ditunda...
MI/Rudi Kurniawansyah

Vaksinasi Massal Zona 1 Kota Bekasi Diikuti 4 ribu Orang

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 09:05 WIB
PEMERINTAH Kota Bekasi menggelar vaksinasi massal yang diikuti sekitar 4.000 orang di Stadion Patriot Candrabhaga, Sabtu...
dok.mi

Layanan SIM Keliling di Jakarta Akhir Pekan Ini

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 08:40 WIB
PERPANJANGAN masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) pada gerai SIM Keliling dari Polda Metro Jaya tersedia pada lima lokasi tersebar di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya