Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Sering Jebol, Tanggul Kali Pulo Dipasang Penahan Sementara

Ferdian Ananda Majni
04/4/2019 17:50
Sering Jebol, Tanggul Kali Pulo Dipasang Penahan Sementara
Tanggul Kali Pulo Jebol( MI/ BARY FATHAHILAH)

SEDIKITNYA 35 petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan memasang pondasi tiang pancang kayu sementara untuk mengatasi tanggul jebol di Kali Pulo yang masuk dalam kawasan RT 03/RW 06 Jatipadang, Jakarta Selatan.

Para petugas telah berkerja memasang tiang-tiang pancang kayu sejak pukul 08.00 WIB, Kamis (4/4). Mereka fokus menghimpit tanggul dengan tiang pancang kayu, dan didapatkan dengan karung berisi tanah. Masing-masing tanggul yang dipasang penahan berkisar antara 5 hingga 10 meter dengan 6 titik lokasi yang tersebar di RT 03 Jatipadang, Jakarta Selatan.

Baca juga: Uji Coba Ketiga PLTSa TPA Sumurbatu Batal

Pantauan Media Indonesia, tanggul kali Pulo hanya setinggi 1 meter mulai dari hilir kali Pulo ke hulu yang melewati pemukiman warga hingga ke RT 14 Jatipadang. Sedangkan lebar kali bervariasi dari 3 meter hingga 1,5 meter ke pemukiman warga.

Kali Pulo yang berliuk-liuk sepanjang pemukiman warga itu, tidak semuanya memiliki bantaran. Pasalnya, rumah-rumah warga langsung berbatasan dengan kali Pulo tersebut. Bahkan lokasi kali yang bawahnya jebol pada Minggu (31/3), terlihat memprihatinkan, rumah-rumah warga terkikis akibat derasnya aliran air.

Koordinator lapangan Sudin SDA, Amus Setiawan, mengatakan pihaknya menangani tanggul jebol untuk sementara waktu. Mereka memasang penahan tanggul dengan tiang pancang kayu dan karung tanah untuk menutupi lobang yang ada di dalam kali.

"Yang jebol itu dibawah tergerus air, karena pembangunan yang kuat, itu warga dulu yang bikin," sebutnya.

Ia menambahkan, untuk tanggul yang kokoh dibangun oleh pemerintah sepanjang kali Pulo. Namun, kondisi kali juga memperihatinkan karena telah menyempit hingga aliran air tidak berfungsi dengan baik.

"Semakin ke pemukiman kan semakin menyempit, jadi dorongan air yang kuat tidak mampu ditahan hingga jebol," tuturnya.

Amus menyembut, pemasangan penahan itu memang untuk sementara waktu. Karung-karung tanah itu ditanam dan dirapatkan dengan kayu triplek dan tiang pancang di lokasi tanggul yang jebol.

"Ini untuk menjaga terjangan air, tanah juga bisa meresap, sehingga mengurangi deras air yang ada," lanjutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali, mengatakan banjir yang terjadi di Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu beberapa waktu lalu hanya bukan semata akibat pemukiman bekas persawahan tetapi juga penambahan debit Kali Pulo.

"Debit air Kali Pulo bertambah karena ada aliran dari wilayah TB Simatupang. Kalau dulu di jalur yang masih natural, saat itu cuma beberapa dari sumber air tertentu saja. Kalau sekarang sudah ada tambahan yang lain," kata Marullah, di lokasi RW 06, Kelurahan Jatipadang, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Isteri Dijadikan Umpan untuk Merampok

Kontur tanah yang gembur membuat air merembes dari bagian bawah tanggul dan menyebabkan banjir. Menurutnya, faktor usia tanggul yang sudah usang juga butuh perbaikan secara permanen.

Sejak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menjabat beberapa titik tanggul sudah ada yang diperbaiki namun kembali jebol. Bahkan, awal bulan lalu tanggul kali Pulo juga sempat jebol, begitu juga tanggul kali pernah jebol pada 2017 lalu. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya