Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
Pimpinan DPRD DKI Jakarta tak menjamin proses pemilihan wakil gubernur DKI dapat rampung dalam dua pekan ini, sebagaimana diharapkan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Pasalnya, hampir seluruh anggota dewan saat ini tengah berkonsentrasi memenangi Pemilu dan Pemilihan Presiden 2019 sehingga tidak bisa 100% menjalankan tugas selaku wakil rakyat di DPRD.
"Tidak semudah itu. Apalagi ini tahun-tahun politik. Kita tahu semua, partai-partai sedang sibuk mengusung calon presiden. Lalu, banyak juga anggota dewan yang mencalonkan lagi dalam pemilihan legislatif. Jadi tidak semudah itu," kata Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.
Begitu pun jika tanggal pelaksanaan rapat paripurna sudah ditetapkan dan tata tertib pemilihan sudah tersusun, tidak serta merta rapat paripurna langsung digelar untuk memilih. Pasalnya, Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, dua calon wagub yang diusulkan PKS, akan lebih dulu diminta menyampaikan visi dan misi mereka.
"Di situ akan terlihat, apakah visi mereka sama dengan visi misi Anies dan Sandiaga. Di situ akan terlihat, siapa orang yang akan terpilih. Maka itu saya bilang, PKS dan Gerindra harus kerja keras. Cobalah 106 anggota dewan diajak ngobrol," ujar Prasetio.
Baca juga: Komisi A DPRD Sebut Perombakan Jabatan di DKI Buruk
Pendapat senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik. Ia menilai terlalu tinggi harapan Fraksi PKS agar proses pemilihan wakil gubernur dapat selesai dalam waktu dua pekan.
Pasalnya, masih ada tiga tahapan yang harus dilalui dalam proses tersebut sebelum DPRD menggelar rapat paripurna.
"Karena tahapan ada tiga. Kita tunggu dulu rapat dari Bamus untuk penentuan tanggal, lalu rapat pemilihan panitia pemilihan, dan terakhir rapat penyusunan tata tertib (tatib) pemilihan. Setelah tiga hal ini, nanti PKS dan Gerindra akan mendiskusikan langkah-langkah berikutnya," kata Taufik yang juga menjabat Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta.
Permasalahan yang harus dihadapi PKS dan Gerindra agar target itu tercapai, lanjutnya, ialah bagaimana menghadirkan lebih dari 86 anggota dewan agar memenuhi kuorum rapat paripurna.
Setelah itu, lanjut Taufik, bagaimana ke-86 anggota dewan itu bisa menyetujui calon wagub usulan PKS dan Gerindra tersebut, dan kemudian sepakat untuk memilih satu di antara dua calon tersebut.
Apalagi, sambung Taufik, ia mendengar sudah ada selentingan adanya fraksi yang menolak calon wagub usungan mereka itu.
Tinggal mengegolkan
Sementara itu, Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta memandang masih ada peluang proses pemilihan itu dapat tuntas dalam waktu dua pekan ini.
"Kami memandang masalah calon wagub ini dengan optimistis. Karena setelah surat itu ditandatangani dua partai pengusung, artinya PKS dan Gerindra sudah mantap menetapkan dua nama calon wagub tersebut. Tinggal mengegolkannya. Saya punya pandangan, dalam dua pekan sudah selesai," kata Achmad Yani, Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta yang juga menjabat Ketua Komisi Kebijakan Majelis Pertimbangan Wilayah PKS. (Ssr/J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved