Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras mengguyur Kota Depok Minggu (3/3) subuh. Hujan dengan intensitas tinggi itu menimbulkan 46 titik genangan di Kota Depok.
Di Perumahan Taman Duta, Kelurahan Cisalak, ketinggian air 70 cm. Beberapa unit kenderaan roda dua maupun empat mogok karena para pengendara memaksakan diri menerjang genangan air.
Hujan deras yang turun sejak subuh pukul 04.00 WIB juga menyebabkan sejumlah perumahan di kawasan Kecamatan Sukmajaya terendam banjir. Ketinggian air mencapai 30 hingga 70 cm.
Banjir antara lain terjadi di Perumahan Taman Duta, Perumahan Pelni, Perumahan Mutiara Duta, Perumahan Pondok Duta II, Perumahan Pondok Duta I, serta Perumahan Bukit Cengkeh I dan II.
Abdul Wahab, 41, warga Perumahan Taman Duta mengatakan, perumahannya memang sudah langganan banjir sejak lama. Kalau hujan satu jam tidak berhenti, pasti banjir. “Banjir sudah menjadi langganan sehari-hari lah, “ katanya kepada Media Indonesia Minggu (3/3).
Menurut Wahab, selain curah hujan yang tinggi, banjir juga disebabkan oleh buruknya sistem drainase. "Kebanyakan rumah warga terendam banjir luapan air dari drainase, meski hujan deras hanya berlangsung sekitar satu jam. Permukiman yang terendam menjadi langganan tetap saat hujan deras mengguyur wilayah Kota Depok, karena berada di dataran rendah, “ keluh Wahab.
Genangan juga terlihat di Perumahan Tirta Mandala, Kelurahan Sukamaju, Cilodong dengan ketinggian mencapai 25 cm. Di bawah jalan layang Arief Rahman Hakim, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, ketinggian air mencapai 30 cm-50 cm.
“Kalau di depan Terminal Angkot Jalan Margonda Raya, Pancoranmas, ketinggian 30 cm, Jalan Tole Iskandar 40 dan Jalan Grand Depok City, ketinggian air 50 cm-60 cm. Imbasnya, arus lalu lintas menjadi tersendat. Kendaraan yang biasa melintasi jalan tersebut harus mencari alternatif lain,” kata Oman, 31, warga Pancoranmas, Minggu (3/3).
Daratan sampah
Selain persoalan drainase, warga menyesalkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang terkesan membiarkan sampah menumpuk di ujung sungai buatan di Perumahan Taman Duta.
“Kali buatan dipenuhi sampah rumah tangga dan sampah pedagang di Pasar Agung. Sampah terdiri dari plastik, bungkus makanan, kaleng, bangkai ikan, hingga sayuran, “ ujar Wahab.
Sampah itu memenuhi seluruh badan sungai hingga padat dan menyerupai daratan. Kali buatan yang dipenuhi sampah tersebut melintas di kawasan Perumahan Taman Duta, Perumahan Pelni, Perumahan Mutiara Duta, Perumahan Pondok Duta II, Perumahan Pondok Duta I, serta Perumahan Bukit Cengkeh I dan II.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Citra Indah Yulianti, menjelaskan sampah di Kompleks Taman Duta merupakan sampah kiriman dari hulu sungai yang berada di kawasan Kali Jantung, Kali Laya, dan Kali Pengarengan, Sukmajaya. Warga sekitar, kata dia, terbiasa membuang sampah ke sungai.
Ia mengklaim pihaknya rutin melakukan pengerukan kali dari hulu ke hilir. Namun, kali buatan sudah dipenuhi oleh tanaman eceng gondok dan sampah. Setelah air mengalir lancar, sampah justru semakin banyak dan menumpuk.
“Kami rutin mengangkut sampah dan membuangnya ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Cipayung," ungkap Citra. (A-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved