Rabu 27 Februari 2019, 16:39 WIB

Terlilit Utang, Pemuda di Depok Mengaku Terpaksa Jadi Kurir Sabu

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Terlilit Utang, Pemuda di Depok Mengaku Terpaksa Jadi Kurir Sabu

thinkstock

 

AKIBAT terlilit utang, seorang pemuda di Kota Depok mengaku terpaksa jadi pengantar sabu. Kini, ia harus menikmati hari-harinya di balik jeruji besi.

Tersangka adalah Riswanto Halim, 34, warga Perumahan Griya Pancoran Mas Indah Blok C-3 Nomor: 1 RT 12 RW 01, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara Riswanto ke Kejaksaan Negeri Kota Depok. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firman Wahyu Oktavian Sirait mengatakan berkas Riswanto dinyatakan lengkap dan siap untuk disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Depok. Firman mengatakan setelah diteliti berkas tersangka Riswanto dinyatakan lengkap (P-21).

Baca juga:Polisi Tangkap 2 Orang Debt Collector yang Hendak Rampas Motor

“Berkas perkara Riswanto kami nyatakan lengkap (P-21),“ katanya kepada Media Indonesia, Rabu (27/2).

Firman kemudian meminta penyidik melimpahkan tersangka disertai barang bukti 3 kilogram narkotika jenis sabu guna disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Depok. Ia menjelaskan, penangkapan tersangka pada 7 November 2018 lalu berawal dari informasi termasyarakat ke Polda Metro Jaya.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mendapati narkotika golongan 1 jenis sabu seberat 3 kilogram dirumahnya, di Perumahan Griya Pancoran Mas Indah Blok C-3 Nomor: 1 RT 12 RW 01, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok

“Berdasarkan pengakuan tersangka sabu tersebut didapat dari Redo yang sampai sekarang ini buron dan dalam daftar pencarian orang (DPO) pihak Polda Metro Jaya,“ terang Firman.

Dalam kisahnya, pria kelahiran Pontianak 12 Desember 1983 itu beralasan dia terlilit utang sebesar Rp10 juta. Karena utang tersebut, dia akhirnya terpaksa melakukan pekerjaan menjadi kurir sabu atas perintah Redo yang bertempat tinggal di kawasan Cibubur, Jakarta Timur.

Pemuda lajang tua itu mengaku sebenarnya dalam hatinya dia berontak bahwa bukan niatnya berbisnis narkoba. Namun ada tuntutan lain yang membawanya ke jurang kehidupannya itu.

“Dia mengaku terpaksa melakukan pekerjaan menjadi kurir sabu karena juga terlilit utang dan tak memiliki uang untuk melunasi utangnya itu,“ kata Firman.

Dirinya juga mengaku kenal cukup lama dengan Redo sebelum ia ditangkap, pukul 09.00 WIB. Redo sudah mentransfer uang Rp10 juta ke rekeningnya meski sabu belum diantar kepada seseorang yang memesan sabu dari Redo.

Baca juga: Syarif Dukung Perombakan ASN yang dilakukan Gubernur DKI

Dia juga mengaku tidak menggunakan sabu dan hanya menjadi kurir sabu kepada pembeli. Ia menuturkan, baru satu kali menjadi kurir sabu lantaran terlilit utang. Ia mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut karena harus berurusan dengan hukum.

Riwanto terancam pasal primer 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) UU Nomor: .35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 5 Tahun dan paling lama 20 tahun. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Kasus Aktif Covid-19 Kota Bekasi Tembus 524 Orang

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 23:43 WIB
Ia menjelaskan, sejauh ini total kasus kumulatif sebanyak 164.558...
Dok. Primaya Hospital

Primaya Hospital Berikan Layanan Khitan Gratis di Gandaria

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:30 WIB
Sirkumsisi atau khitan merupakan salah satu tindakan medis yang bermanfaat bagi...
MI/Ramdani

Anies Deklarasikan Jakarta Sebagai Kota Global

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 22:02 WIB
Menurut Anies Baswedan, ada sejumlah indikator yang membuat Jakarta layak sebagai kota global. Seperti, didukung sarana berstandar...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya