Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Ma'ruf Amin Ingatkan MUI DKI tidak Dijadikan Kendaraan Politik

Antara
22/2/2019 16:15
Ma'ruf Amin Ingatkan MUI DKI tidak Dijadikan Kendaraan Politik
(MI/Lina Herlina )

KETUA Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Ma'ruf Amin mengingatkan kepada Ketua MUI DKI Jakarta agar tidak menggunakan lembaga MUI sebagai kendaraan politik.  

"MUI DKI jangan menggunakan MUI sebagai kendaraan politik, itu menyimpang dari kesepakatan," kata Ma'ruf di Jakarta, Jumat (22/2).  
MUI DKI Jakarta sebelumnya menjadi penyelenggara acara doa bagi bangsa Munajat 212 di Monas, Kamis (23/2). Acara itu ditengarai bernuansa politis.
 
Ma'ruf mengatakan acara Munajat tidak masalah, asalkan tidak ada upaya menjadikan MUI sebagai kendaraan politik. Ma'ruf yang juga merupakan calon Wakil Presiden RI menegaskan dirinya pun tidak pernah mau menggunakan MUI sebagai kendaraan berpolitik.  


Baca juga: TKN Mengutuk Kekerasan terhadap Jurnalis


"Saya ini Ketua Umum MUI, saya cawapres, tapi saya tidak mau menggunakan MUI sebagai kendaraan politik saya, MUI biar independen, tidak boleh digunakan, itu sudah menjadi kesepakatan," kata dia.

Lebih jauh Ma'ruf menekankan aksi 212 untuk membela fatwa yang dibuatnya sudah selesai, namun memang dipersilakan untuk bermunajat atau bersilaturahim.

"Yang membuat fatwa saya, yang dibela fatwa yang saya buat. Sudah selesai penegakan hukumnya, tapi kalau untuk bermunajat, bersilaturahim tidak ada masalah, yang penting jangan 212 dijadikan kendaraan politik," kata dia.

Ma'ruf sendiri mengaku tidak pernah diundang menghadiri acara Munajat 212 tersebut. Dia menduga munajat itu dihadiri alumni 212 yang lain. (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya