Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Anies Akui Jakarta Masih Kumuh

Ilham Pratama Putra
29/1/2019 09:40
Anies Akui Jakarta Masih Kumuh
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua kanan) bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta membersihkan kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, Selasa (1/1/2019).(ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui lingkungan di Ibu Kota masih terlihat kumuh. Hal itu menjadi tugas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membenahinya.

"Jadi faktanya kita tidak melaksanakan tata ruang dengan serius, dengan target-target yang jelas, efeknya ada ketimpangan, antara daerah maju dan pinggir," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Senin (28/1).

Anies mengatakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang diusulkannya akan lebih melihat konteks sosial.

"Betul itu pasti akan disiapkan caranya. Mitigasi untuk pelaksanaannya," kata Anies.

Dia menilai, saat ini, belum ada landasan yang kuat untuk mengatur RTRW. Pembicaraan selama ini belum mengarah pada pembentukan otoritas.

Baca juga: Integrasikan Sistem Transportasi di Jabodetabek

"Nah itu sebabnya, jadi bukan hanya transportasi, soal air, soal lingkungan hidup, itu semua harus dalam satu rangkaian," ujar Anies.

Anies mengaku sudah memberikan rancangannya untuk RTRW kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla dan telah disetujui. Dia menargetkan RTRW akan selesai dalam 10 tahun jika dikerjakan dalam integrasi.

Kalla sebelumnya mengaku melihat beberapa wilayah di Jakarta yang masih kumuh. Kondisi itu dilihat Kalla saat meninjau kemacetan Jakarta melalui helikopter.

Kalla sempat menyinggung ketimpangan situasi Jakarta. Ia menyebut Jalan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman jika dilihat dari udara terlihat, seperti jalanan di Singapura.

Namun, daerah Jakarta Utara justru terlihat berbeda. Kawasan Tanjung Priok, kata Kalla, cukup kumuh dan terlihat seperti kota di India dan Bangladesh.

"Seperti Kalkuta, Bangladesh, kayak Manila, ya kumuhlah," jelas Kalla. (Medcom/OL-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya