Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Ini Alasan Habib Bahar Sebut Jokowi Pengkhianat Bangsa dan Banci

Ferdian Ananda Majni
02/12/2018 16:25
Ini Alasan Habib Bahar Sebut Jokowi Pengkhianat Bangsa dan Banci
((Foto: dok. Front TV))

PENCERAMAH dan pendiri majelis pembela Rasulullah Habib Bahar Smith mengatakan banyak kalangan yang ingin mengetahui alasannya mengecam Presiden Joko Widodo dengan perkataan pengkhianat bangsa dan banci.

"Pertama kenapa saya katakan Jokowi presiden pengkhianat bangsa dan banci, makanya kalau nonton ceramah jangan dipotong-potong, kamu nonton dari awal bagaimana isi ceramah saya, mengapa saya katakan dia banci," kata pria kelahiran Manado itu di acara Reuni Akbar 212 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (2/12).

Dia menambahkan, ucapannya itu berdasarkan apa yang terjadi saat aksi 411 (4 November 2016) yang juga mengunjungi Istana Negara.

Menurutnya, saat itu para ulama dan santri ingin bertemu Presiden Jokowi untuk meminta keadilan perihal penistaan agama tetapi justru sebaliknya rombongan itu ditembak gas air mata.

"Ketika aksi 411, jutaan umat islam, ribuan ulama, khabait dan kiai berkumpul di depan istana untuk menemuinya, meminta keadilan dan penegakan hukum kepada penista agama justru mereka diberondong dengan gas air mata," jelasnya.

Habib Bahar malah diberitahukan jika Presiden Jokowi memilih meninggalkan Istana daripada bertemu massa yang mengunjunginya.

"Presidenya kabur dan lari saudara, saya berkata seperti itu kerena ketidak relaan saya, saudara-suadara saya sesama umat Islam dizalimin dan dikriminalisasi," paparnya.

Selanjutnya, penyataan pengkhianat bangsa kepada Jokowi karena dinilai kebijakan pemimpin saat ini justru semakin membuat masyarakat sengsara dan hidup di bawah garis kemiskinan

"Kedua, saya katakan pengkhianat bangsa, karena saya tidak rela melihat masih banyak rakyat yang susah, rakyat kelaparan, rakyat yang kehausan di saat para pemimpin hidup senang dan kenyang," lanjut Habib Bahar.

Ia menegaskan, apa yang dilakukannya demi membela kepentingan rakyat agar masyarakat Indonesia tidak terus hidup dalam kemiskinan. Oleh karena itu, ia mengajak peserta reuni 212 untuk tetap melanjutkan perjuangannya.

"Saya sampaikan kepada kalian, jikalau beberapa minggu kedepan saya ditangkap, saya dipenjara kerena membelah rakyat yang susah, membela rakyat yang kelaparan. Kalau saya ditangkap, dan dipenjara maka berjanjilah kalian demi allah jangan pernah kalian padamkan api-api perjuangan yang selama ini kami sampaikan. Siap lanjutkan perjuangan? Siap teruskan perjuangan? Allahuakbar," ujar Habib Bahar.

Tidak sampai di situ, ia juga berharap dan meminta peserta Reuni Akbar 212 berdoa agar pemimpin yang zalim dibinasakan dari muka bumi.

"Mudah-mudahan Allah hancurkan pemimpin yang zalim, binasakan pemimpin yang zalim, amin," pungkasnya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya