Selasa 31 Maret 2015, 00:00 WIB

Kawasan Resapan Terancam Hilang

Deni Aryanto | Megapolitan
Kawasan Resapan Terancam Hilang

DOKMI

 
KONDISI sejumlah situ di daerah penyangga Ibu Kota memprihatinkan akibat pendangkalan.

Mirisnya, pemerintah setempat belum memiliki solusi atas ancaman hilangnya kawasan resapan air tersebut akibat ketiadaan anggaran untuk normalisasi fungsi situ.

Sejumlah situ atau danau yang mendangkal antara lain di Kota Depok, Jawa Barat, dan Tangerang Selatan, Banten.

Di wilayah Kota Depok, dari 26 situ, hanya 4 yang kondisinya terbilang normal.

Selain mengalami pendangkalan atau sedimentasi, hampir seluruh situ yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) itu di tepiannya disesaki permukiman, pertokoan, bahkan ditanami tanaman pertanian.

Situ Cilodong ialah salah satu situ yang mengalami pendangkalan parah. Akibat lama tidak dikeruk, situ seluas 10 hektare (ha) itu kini hanya memiliki kedalaman setengah meter.

Kondisi itu mengakibatkan kawasan sekitar situ banjir pada musim hujan karena air situ meluap.

Buruknya kondisi seluruh situ di wilayah yang akrab disebut Kota Belimbing itu juga diakui Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail. Menurutnya, pemeliharaan pada seluruh situ di wilayahnya selama ini sebatas pembersihan dari sampah.

Itu dilakukan karena dana bantuan yang diterima dari pemerintah pusat kecil.

"(Untuk mengatasi) masalah sedimentasi, bantuan yang kami dapat selama ini sangat kecil sehingga hanya cukup untuk pembersihan. Kami sudah mengusulkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk mengeruk 26 situ," tuturnya di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, pekan lalu.

Ia mengungkapkan kedalaman normal setiap situ di Depok minimal 5 meter untuk dapat meningkatkan daya tampung air hingga 7,5 juta meter kubik.

Untuk mengeruk dan memperbaiki 26 situ, Pemerintah Kota Depok membutuhkan biaya sekitar Rp451 miliar.

Namun, ia tidak dapat memastikan kapan 26 situ bisa direvitalisasi karena bergantung kepada Kementerian PU, sedangkan permohonan revitalisasi sudah diajukan kepada Presiden.

Situ hilang
Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah situ di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Wilayah tetangga Depok itu juga menghadapi kendala dalam merawat dan mengawasi sembilan situ yang ada di kota hasil pemekaran Kabupaten Tangerang tersebut. Bahkan satu di antaranya, yakni Situ Kayu Antap, telah hilang.

Sementara itu, Situ Ciledug, Legoso, Bungur, Parigi, Kedaung, serta Pondok Jagung juga mengalami sedimentasi dan penyempitan.

Situ Ciedug dengan luas 31 hektare pada akhir 2014 sempat diuruk pengembang Perumahan Villa Pamulang hingga 6.000 meter persegi.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel Ade Suprizal mengatakan tahun ini pihaknya akan merevitalisasi Situ Ciledug untuk mengembalikan fungsi situ yang telah diuruk pengembang seluas 12 hektare.

Dananya diperoleh dari bantuan Kementerian PU sebesar Rp10 miliar.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menambahkan, revitalisasi situ di wilayahnya merupakan yang kedua kali.

Bantuan serupa juga pernah diberikan untuk pengerukan di Situ Sasak, Pamulang, pada 2014.

"Revitalisasai Situ Sasak dengan cara mengeruk lumpur dan membenahi bibir tanggul," tuturnya. (J-2)

Baca Juga

Antara

Satpol PP Kalah Cerdik Awasi Tempat Usaha Pelanggar Prokes

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 26 Februari 2021, 23:27 WIB
Alhasil kejadian seperti di Kafe RM yang menyebabkan kejadian penembakan dinilai ada andil pengawasan yang...
Antara/Arif Firmansyah

Tak Ada Festival, Cap Go Meh Bogor Digelar dengan Doa Lintas Agama

👤Dede Susianti 🕔Jumat 26 Februari 2021, 23:21 WIB
Pihak penyelenggara tidak ingin kehilangan momen, agenda rutin tahunan perayaan pesta rakyat Cap Go Meh (CGM) tetap dilakukan. Hanya saja...
Dok Modernland

Siloam Clinic Buka Faskes di Jakarta Garden City

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 26 Februari 2021, 21:45 WIB
UPK di Jakarta Garden City yang dikelola Siloam Clinic akan menyediakan pelayanan promotif, preventif, kuratif dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya