Kamis 09 Juli 2015, 00:00 WIB

Ibu Korban Pelecehan Seksual Kecewa Putusan Hakim

Antara | Megapolitan
Ibu Korban Pelecehan Seksual Kecewa Putusan Hakim

Ilustrasi

 
IBU korban pelecehan seksual di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Saint Monica Sunter, BL, mengaku sangat kecewa dengan keputusan hakim yang menjatuhkan vonis bebas tas terdakwa pencabulan terhadap korban L (3,5).
     
"Ini persidangan seperti apa, akan semakin banyak anak-anak yang bernasib seperti anak saya jika persidangan seperti ini," ujar B menangapi keputusan hakim di Jakarta.

Majelis Hakim yang diketuai Oka Diputra memutuskan oknum guru Saint Monica, Hariyanti,  yang menjadi terdakwa pencabulan tidak bersalah. Majelis Hakim menyebut terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan tindak pidana.
   
B mengaku keputusan majelis hakim tersebut tidak objektif padahal berdasarkan fakta-fakta yang ada terbukti terjadi pelecehan seksual.

"Majelis hakim mengkesampingkan fakta-fakta yang ada, malah yang dikedepankan hal yang tidak ada hubungannya dengan kasus ini," tambah dia.

Dia mengatakan vonis bebas dari hakim menjadi preseden buruk bagi perlindungan anak di Indonesia.
   
Seberat apapun hukuman yang diberikan, sambung dia, tidak akan bisa menyembuhkan rasa trauma yang dialami anaknya, apalagi vonis bebas.
   
Sampai saat ini, L, masih mengalami trauma dan tidak mau ke sekolah. "Saya akan sekuat tenaga, memperjuangkan keadilan bagi anak saya," tukas dia.
   
Pengacara korban, Didit Wijayanto, mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum berikutnya.

"Kasus ini tidak berbicara mengenai keterlambatan bicara, tapi fakta yang ada anak tersebut mengalami pelecehan seksual," jelas Didit.
   
Didit menjelaskan tidak mungkin seorang anak berumur tiga setengah tahun berbohong, oleh karena itu seharusnya seorang hakim bijak dalam menyikapi kasus itu.
   
Kasus tersebut bermula dari pengakuan L yang mengaku kepada sang ibu jika bagian duburnya ditusuk jari oleh guru tari.

Kekerasan tersebut terjadi saat sedang mengikuti ekstrakurikuler tari yang dilaksanakan di sekolah. Hasil visum hasil visum yang dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menunjukkan bahwa memang pada dubur sang anak terdapat luka lecet akibat dimasukan benda tumpul. (Q-1)

Baca Juga

 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Wagub DKI Pastikan Operasi Pasar Minyak Goreng Terus Berjalan

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Selasa 25 Januari 2022, 09:38 WIB
Pemprov DKI bersama pemerintah pusat memastikan akan terus berupaya agar dapat memenuhi kebutuhan...
MI/Supardji Rasban

Sepekan Kasus Positif Covid di Kota Bogor Naik 1.000 Persen

👤Dede Susianti 🕔Selasa 25 Januari 2022, 09:25 WIB
Berdasarkan data per 17-23 Januari 2022, menunjukkan jumlah kasus positif naik 1.000 persen dibanding pekan lalu, dari 9 menjadi 99...
dok twitter@neirajcqs.

Kasus Tak Kunjung Diproses, Korban KDRT Ngadu ke Kapolda Metro

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 25 Januari 2022, 09:02 WIB
PEREMPUAN bernama Neira Jacqueline menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) selama empat tahun yang dilakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya