Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Jelang Lebaran, Persediaan Gas di Jekarta Barat Aman

Akmal Fauzi
11/6/2018 18:45
Jelang Lebaran, Persediaan Gas di Jekarta Barat Aman
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

MENJELANG libur Lebaran, lonjakan permintaan gas LPG, khususnya gas ukuran 3 kilogram, di Jakarta Barat mengalami kenaikan. Guna mengantisipasi kelangkaan, pemerintah setempat menambah stok persediaan mencapai 30-50% dari kuota normal.

"Biasanya sekali mengirim ke agen-agen yaitu sebanyak 560 tabung. Jadi kami menambah 168 hingga 280 tabung gas," kata Kasi Industri dan ESDM Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Barat Deny Listiantoro, Senin (11/6).

Sebanyak 49 agen gas terdapat di Jakarta Barat mendapatkan jatah sebanyak dua hingga empat pengiriman. Masing-masing agen akan mempunyai stok barang mulai dari 560, 1120, hingga 2240 tabung gas.

"Belum lagi ditambah 30-50%. Permintaan kebanyakan terdapat pada pemukiman padat. Misalnya wilayah Kecamatan Tambora," ujarnya.

Ribuan persediaan tabung gas itu dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur lebaran. Jika kebutuhan tetap mengalami kenaikan, lanjut Deny, koordinasi kepada pihak pertamina akan segera dilakukan sehingga penambahan tabung gas kembali didistribusikan kepada ratusan agen.

"Jadi kami pastikan stok persediaan gas di sini aman. Tidak hanya selama libur lebaran saja. Melainkan hingga akhir bulan ini," ucapnya.

Menurutnya, pengecekan terhadap seluruh agen di wilayah kerjanya itu telah dilakukan. Tujuannya, untuk memastikan stok barang yang tersedia, dan mencegah adanya penyalahgunaan seperti penimbunan gas.

Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Jakarta Barat Agus mengklaim, selama libur lebaran persediaan gas dalam posisi aman. Termasuk gas berukuran 3 kilogram. Hal tersebut terbukti dari penolakan oleh para agen terkait pendistribusian barang.

Sampai saat ini, pendistribusian gas yang diberikan oleh Pertamina selalu ditolak karena persediaan barang masih banyak, dan stok dinilai cukup. Penyetokan barang, kata dia, sudah dilakukan pada jauh-jauh hari, sebelum datangnya bulan Ramadan.

"Itu sudah kami lakukan rutin setiap tahunnya. Sehingga selain persediaan barang aman, harga pun tidak mengalami kenaikan," kata Agus. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya