Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Dua Kader PSI Penuhi Panggilan Polisi soal Kasus Grace Natalie

Tosiani
11/6/2018 16:55
Dua Kader PSI Penuhi Panggilan Polisi soal Kasus Grace Natalie
(MI/ARYA MANGGALA)

KETUA DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany dan Ketua Tim Komunikasi PSI Andy Budiman memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Polda Metro Jaya, Senin (11/6). Keduanya diperiksa sebagai saksi terkait laporan kasus fitnah terhadap Ketua Umum PSI Grace Natalie. Pada unggahan akun Twitter @hulk_idn, Grace disebut-sebut jadi selingkuhan mantan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tsamara dan Andy tiba di Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (11/6) pada pukul 13.00 WIB. Keduanya dimintai keterangan seputar unggahan yang dilakukan akun Twitter @hulk_idn yang semula dilaporkan Ketua Umum PSI Grace Natalie.

"Kami berdua diperiksa sebagai saksi dalam kasus fitnah yang diproduksi akun @hulk_idn terhadap Grace," ujar Tsamara di Gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Senin.

Tsamara mengaku tak terima dengan unggahan yang dilakukan oleh akun anonim tersebut. Muatan unggahan bercerita soal Grace dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia beranggapan fitnah tersebut terkait politik dan fitnah serupa akan terus berlangsung hingga pemilu 2019.

"Kami berpikir Cyebr Crime Polda bisa melacak siapa di balik akun hulk itu. Bagi kami ini bukan hanya sekadar nama baik, nama partai, tapi kami tunjukan perlawanan terhadap fitnah hulk yang mencemari demokrasi kita," katanya.

Dalam pandangan Tsamara, fitnah semacam itu merupakan bentuk pelecehan seksual pada politisi perempuan. Karenanya, sebagai perempuan yang terjun ke politik, Tsamara dan Grace akan melawannya. Hal itu, menurutnya, agar para calon politisi perempuan tidak merasa kawatir ketika masuk dunia politik.

Andy Budiman menambahkan, bagi PSI laporan kasus fitnah ini bukan hanya untuk kepentingan PSI semata. Namun juga upaya membersihkan ruang politik dari berbagai bentuk fitnah dan hoaks.

"Kami meminta dan percaya polisi sigap menangkap pelaku penyebar kebohongan ini sebelum Pemilu 2019 agar kita bisa menikmati pemilu berkualitas. Orang tidak lagi lihat isu atau SARA, tapi kita bisa lihat kandidat bersaing dengan gagasan dan ide," katanya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya