Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRODUKSI sampah Kota Depok diprediksi akan mengalami peningkatan sekitar 5%-10 % saat Lebaran, dibandingkan hari biasa. Volume sampah Kota Depok hari biasa mencapai 800 ton per hari.
“Kami perkirakan sampah Lebaran akan meningkat 40- 80 ton dibandingkan hari biasa," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (LHK) Kota Depok Etty Suryahati, Kamis (7/6).
Etty mengatakan peningkatan produksi sampah terjadi karena meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama konsumsi rumah tangga, saat Lebaran. Tahun lalu, volume sampah Lebaran di Kota Depok mengalami peningkatan juga berkisar 5%-10%.
"Lebaran, sampah paling terbanyak di tempat-tempat wisata. Karena masyarakat akan memanfaatkan moment Lebaran untuk berwisata bersama keluarga. Seperti di wisata air, Tempat Pemakaman Umum (TPU), Taman Lalu Lintas, dan taman-taman yang ada di Kota Depok."
Jenis-jenis sampah di tempat rekerasi keluarga didominasi sampah plastik, kaleng minuman, kardus, daun ketupat, tulang ikan, tulang daging, dan kertas koran. “Ini merupakan makanan khas yang selalu hadir saat lebaran,” sebutnya.
Untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah tersebut, ujar Etty, Dinas LHK sudah menyiapkan tim satgas 50 orang yang akan diterjunkan dari H-7 sampai H+7. Mereka dibagi ke dalam tiga shift dan akan menyisir wilayah Kota Depok.
“Kami intensifkan para petugas itu untuk siaga tiga sift per hari membersihkan jalan umum, dan jalan protokol," paparnya.
Selain itu, Dinas LHK juga akan mengoperasikan seluruh truk kebersihan untuk mengangangkut sampah dari sumber untuk diantarkan ke tempat pembuangan akhir sampah (TPA) Cipayung. “Semua truk kebersihan akan kami operasikan mengangkut sampah rumah tangga dan sampah di jalan negara," terangnya.
Etty optimistis tak terjadi penumpukan sampah di Kota Depok selama Lebaran tahun ini. Sebab, Dinas LHK Kota Depok memiliki 32 unit pengelola sampah (UPS) dan 25 bank sampah untuk bertugas mengurangi produksi sampah organik dan anorganik.
“UPS dan bank sampah mampu mengelola 5-6 ton sampah per hari dan mengurangi timbulan sampah di TPA Cipayung, “ tutupnya. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved