Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Belum Legal, Pulau D Sudah Punya Kios Bermerek hingga Kantor Agen Properti

Nicky Aulia Widadio
07/6/2018 19:16
Belum Legal, Pulau D Sudah Punya Kios Bermerek hingga Kantor Agen Properti
(ANTARA)

MESKI belum memiliki legalitas, setidaknya sudah ada ratusan bangunan di Pulau reklamasi D. Bangunan yang berdiri rapi itu terdiri dari perumahan, ruko, hingga kios-kios makanan.

Pulau D dan daratan Jakarta terhubung dengan sebuah jalan layang di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Begitu sampai di area pulau, sejumlah ruko empat lantai berdiri berjejer. Jalanannya lebar dan terbuat dari paving block.

Taman-tamannya juga telah berbunga dan ditanami pohon. Di depan ruko, ada sejumlah kios makanan. Kios-kios itu bahkan telah memajang merk dagang, seperti 'sate dan soup domba Africa', 'Ponti 128 pisang goreng', 'Akai 45 chinese food', dan lain-lain.

Berdasarkan pantauan Media Indonesia pada Kamis (7/6), kios-kios makanan itu seluruhnya tutup. Namun, ada salah satu kios berdinding kaca yang telah berperabot. Kios itu kecil, hanya berukuran sekitar 3x3 meter persegi. Di dalamnya telah ada meja, kulkas, serta piring, cangkir, dan gelas di dalam sebuah baki berwarna biru yang ditutupi serbet. Di depan kios-kios itu, meja dan kursi makan tertumpuk rapi.

Sementara di area ruko, ada pula sebuah kantor agen properti Remax Ritz. Hari itu, tidak ada aktivitas apa pun di kantor tersebut. Papan nama dari kantor agen properti ini telah ditutupi menggunakan kain. Namun pintu kaca transparan menampakkan komposisi ruangan kantor itu dengan amat jelas.

Ada sebuah meja beraksen kayu dengan empat kursi. Tampaknya, meja itu biasa digunakan untuk melayani konsumen. Di atas meja juga terdapat komputer dan koran. Pada dinding di belakang meja, logo dari agen properti ini terpasang. Selain itu, ada sebuah rak dengan tumpukan buku dan kertas. Ada pula kursi tunggu, serta pigura yang memuat produk properti yang dipasarkan oleh agen ini.

Sementara dari lorong menuju area belakang, tampak sedikit bagian dapur dari kantor pemasaran ini. Sebuah panci terletak di atas kompor. Galon air mineral terpasang di atas dispenser. Lalu, ada pula sebuah sepeda yang disandarkan di dekat dinding lorong. Meski ketika itu tidak tampak aktivitas apa pun, nampak jelas ruko ini sebelumnya telah digunakan untuk beraktivitas.

Pulau C dan D juga memiliki kawasan perumahan. Salah satunya ialah cluster bernama 'Orchestra', di mana sejumlah rumah bertingkat dua dengan cat bernuansa putih dan coklat. Rumah-rumah itu tidak berperabot, tetapi bangunan fisiknya telah siap dihuni.

Setiap rumah memiliki 'carport' dan taman kecil. Taman-taman itu telah ditanami rumput dan bunga berwarna-warni. Area cluster ini pun turut disegel oleh petugas Satpol PP DKI.

Kepala Seksi Penindakan Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang DKI Jakarta, Iwan Kurniawan menuturkan segala aktivitas di Pulau C dan D harus dihentikan usai penyegelan dan penutupan lokasi. Bahkan alat berat dan petugas pengamanan dari pihak pengembang pun harus keluar dari pulau itu.

"Intinya di surat pemberitahuan kita, semua aktivitas harus keluar. Akan menjadi dalam keadaan ditutup. Penutupan lokasi nggak boleh ada aktivitas. Saya akan tanya Pak Yani apakah petugas Satpol PP akan ditempatkan di sini," tutur Iwan.

Untuk memastikan area itu steril, Pemprov DKI akan memonitor area tersebut. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya