Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TUJUH hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, Terminal Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, tampak masih sepi pemudik. Pembelian tiket di booth Perusahaan Operator (PO) bus belum menunjukan tanda-tanda puncak keramaian mudik lebaran. Pada periode yang sama di musim mudik lebaran tahun lalu, pemudik lebih ramai.
Sinar Jaya, salah satu PO yang ada di Terminal Pulo Gebang, mengaku jumlah pemudik setahun atau dua tahun lalu lebih bagus ketimbang tahun ini. Tahun lalu, sekitar 4.000 orang memesan tiket mudik ke arah Timur Pulau Jawa di PO Sinar Jaya.
“Dua tahun kemarin lebih bagus lagi. Sekarang lebih sepi soalnya mulai lagi nih banyak pangkalan terminal bayangan. Jadi, penumpang lebih memilih pakai terminal bayangan karena tidak jauh dari rumah,” kata Tiadina bagian Marketing PO Sinar Jaya.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, terminal bayangan jelas terlihat di daerah Pasar Pisang, Palmerah, Jakarta Barat. Biasanya bus mulai terparkir di samping jalan inspeksi kali pada malam hari. Terminal bayangan juga ada di Jalan S Parman, Jalan Latumenten, Cengkareng, Jalan Kamal Raya dan di sekitar Terminal Rawa Buaya.
Selain itu, ia mengaku, di Terminal Bus Tanjung Priok, Jakarta Utara, serta Terminal Pinang Ranti dan Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan hingga saat ini pun masih beroperasi bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Padahal, Pemprov DKI dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) sudah melarang karena terminal-terminal itu termasuk sembilan terminal di DKI yang operasional bus AKAP-nya dialihkan ke Terminal Pulogebang.
“Di terminal-terminal itu banyak bus AKAP. Padahal mereka menyalahi prosedur. Kami juga tidak bisa menyalahkan karena munglin lebih dakat sama permukiman,” tuturnya.
Raya Hutajulu, 55, seorang pedagang kios di lantai dasar Terminal Pulo Gebang pun mengaku jelang lebaran tahun ini, tidak banyak pemudik yang mampir ke kiosnya. “Sekarang kan terminal bayangan ada di Kalimalang, selain di Pinang Ranti. Padahal sebenarnya kayanya sudah tahu kalau ada permainan. Tapi tutup mata sepertinya,” jelasnya.
Terminal Pulo Gebang
Kepala UPT Terminal Pulo Gebang Ismanto mengakui memang masih ada terminal bayangan yang beroperasi. “Memang hal ini masih terjadi. Dinas Perhubungan tetap konsisten melakukan penertiban dan penegakkan hukum terhadap terminal bayangan dan pelanggaran-pelanggaran lainnya,” kata Ismanto.
Di luar masalah itu, ia memprediksi puncak arus mudik terjadi pada H-3. Tahun ini, diperkirakan ada kenaikan jumlah penumpang sebesar 2% dari tahun lalu yang berjumlah 13.133 penumpang di terminal tersebut.
Terminal Pulo Gebang megah berdiri di atas lahan seluas 12 ha. Lantai dasar terminal merupakan tempat makan dan minum. Beberapa di antaranya juga menjual sepatu dan baju. Lantai sudah dilengkapi guide line (garis kuning) untuk penyandang disabilitas masjid dan toilet juga sudah tersedia.
Untuk berpindah-pindah lantai, penumpang bisa menggunakan eskalator dan elevator. Lantai mezanin tempat berkumpul PO dan keberangkatan, dan lantai dua untuk kedatangan. Seluruh lantai sudah dilengkapi dengan AC. Penumpang bisa duduk sambil menonton TV.
Namun demikian, lantai 3 Terminal Pulogebang masih tertutup bila menggunakan lift. Lantai yang tahun lalu direncanakan akan dibangun food court terlihat gelap. Sementara, lantai empat merupakan kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Pulo Gebang. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved