Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK hanya menyajikan pembayaran non-tunai melalui QR code, pasar ‘smart’ Pondok Indah pun kini menyediakan teknologi canggih masa kini (zaman now). Di salah satu sudut gedung pasar terdapat teknologi virtual reality (VR).
Dengan berbekal peralatan mirip permainan paralayang lengkap dengan ‘seat harness’ dan talinya, pengunjung bisa merasakan sensasi naik paralayang sungguhan. Sayap paralayang mengganting di atas pun dilengkapi dengan kipas angin. Tujuannya adalah untuk menciptakan efek hembusan angin yang akan dirasakan pengunjung.
Namun, panorama yang disuguhkan itu sesungguhnya hanyalah bayang-bayang virtual. Bayangan itu akan dirasakan melalui teknologi yang disisipkan melalui kacamata VR yang sudah disediakan.
“Wah apa ini?,” tanya Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang tengah menjajal fasilitas tersebut usai meresmikan Pasar ‘Smart’ Pondok Indah, Sabtu (2/6).
Kepala Sandi, saat itu turut menoleh ke kanan dan ke kiri seakan sambil melihat pemandangan. “Ini pegu ungan Aplen ya, ada saljunya,” tutur dia.
Sandiaga seolah larut dalam realitas virtual yang dibuat melalui teknologi tersebut. Sehingga, Ia tak sadar bahwa sebetulnya Ia masjh berada dalam sebuah pasar. Ia berharap, teknologi semacam ini menjadi daya tarik Pasar ‘Smart’. Sebab, teknologi semacam ini tergolong baru dan mengasyikan.
“Coba pemandangan yang disajikan itu menggunakan pemandangan di Indonesia seperti Danau Toba,” tandas Sandi.
Menurut Sandi, digitalisasi masa lampau (zaman old) hanya sebatas mengakses internet, email dan membuat website. Namun, di zaman sekarang (zaman now) digitalisi mulai masuk ke lini bisnis mulai dari produksi, manajemen bisnis, pemasaran hingga online.
Sandi mengatakan kepintaran Pasar Pondok Indah ini bukan hanya dari metode pembayaran non-tunai (cashless) dengan QR code saja. Namun, pasar ini juga memiliki akses WiFi gratis yang bisa digunakan pengunjung. Teknologi lainnya pun sudah mengadopsi teknologi kekinian.
“Pasar pintar ini menggunakan teknologi hampir pada setiap aktivitas di dalamnya. Apalagi ada sensasi permainan realitas virtual (VR) di dalam gedung ini,” ungkap Sandi.
Selain itu, kata Sandi, lampu-lampu yang digunakan di pasar ini juga bisa padam otomatis setelah tidak digunakan. Smart pasar ini kerja sama PD Pasar Jaya dengan 'Perkumpulan Gerakan OK OCE' dan Telkom.
Dia pun berharap, nantinya semua pasar bisa menerakan konsep 'smart pasar' seperti ini. “Ke depannya kami harapnya konsep ini bisa diterapkan di pasar lainnya,” tandas dia. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved