Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
SANDIAGA Uno menegaskan komentarnya terkait kondisi ekonomi Indonesia dan Malaysia yang serupa itu disampaikan dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina dan Ketua Tim Pemenangan Gerindra, bukan sebagai Wakil Gubernur DKI.
"Konteks waktu kami ditanya dalam situasi bukan saya sebagai Wakil Gubernur. Saya sebagai Wakil Gubernur sangat mendukung Pemerintah Pusat," ujar Sandiaga di Balai Kota Jakarta, Jumat (1/6).
Menurut Sandiaga, dalam kapasitas dirinya sebagai petugas partai oposisi tentu dibolehkan mengkritik pemerintah. Yang dia lakukan, sambungnya, sama dengan yang dilakukan oleh pejabat negara lain yang berkampanye di luar tugas sebagai birokrat.
"Menteri-menteri juga berkampanye di luar tugasnya. Dan itu ya, sah-sah saja. Tapi kalau oposisi yang melakukan itu, apakah tidak diperbolehkan? Itu tinggal ditulis saja. Kalau tidak diperbolehkan, saya akan lapor ke Pak Prabowo, mohon maaf, tidak diperbolehkan oleh pak Menteri Dalam Negeri," ujar Sandiaga.
Sementara sebagai Wakil Gubernur, dirinya sangat mendukung pemerintah pusat. "Kalau secara etika, saya sangat hormat sama Pak Presiden dan semua kebijakan Presiden tentunya kita harus dukung. Semua keputusan Pemerintah Pusat, kita eksekusi," ujarnya.
"Jadi tidak ada yang menurut saya kalau dilihat di dalam konteks, tidak ada yang perlu tentunya dikhawatirkan terhadap posisi saya. Sebagai Wakil Gubernur, sangat mendukung (Pemerintah Pusat)," lanjutnya.
Sandiaga mengakui bahwa kritik itu dia sampaikan karena dirinya melihat ada kesamaan kondisi ekonomi di Malaysia di era Najib Razak dengan di Indonesia saat ini. Pernyataan itu dia sampaikan pada 10 Mei lalu di Sekretariat Bersama Pemenangan Gerindra-PKS, Menteng, Jakarta Pusat.
Sandi menjelaskan, saat itu ia ditanya mengenai apa yang bisa dipelajari dari pemilihan umum di Malaysia. "Saya sampaikan bahwa tidak bisa disamakan Indonesia sama Malaysia. Dua negara berbeda. Dua negara yang memiliki sistem berbeda," ujar Sandiaga.
Sandiaga kemudian mengaku ditanyai apa persamaan antara kondisi di Indonesia dan Malaysia. Dia menjelaskan, ada persamaan dalam isu ekonomi. Di Malaysia, tutur Sandiaga, biaya hidup semakin tinggi dan ada persoalan lapangan pekerjaan.
"Di Malaysia itu tentang lapangan pekerjaan juga tentang biaya hidup yang semakin tinggi. Itu tidak berhasil dipecahkan oleh pemerintah sebelumnya. Sekarang sudah di opisisi. Sebelumnya di Barisan Nasional adalah pemerintah yang masih pada saat berkuasa, tidak menyelesaikan permasalahan mengenai ekonomi," ungkap Sandi.
Hal yang sama, menurut Sandiaga, juga terjadi di Indonesia saat ini. Sandiaga menilai tingkat pengangguran dan angka kemiskinan di Indonesia masih tinggi. Pernyataan ini sekaligus dia anggap sebagai bentuk kritik terhadap pemerintahan di Indonesia, dimana dia pun menjadi bagian di dalamnya.
"Dan tentunya kita melihat itu terjadi juga di Indonesia. Dan kita lihat sendiri lapangan pekerjaan. Kita masih struggling. Di Jakarta saja, tingkat pengangguran masih tinggi. Kemiskinan masih ada hampir 400 ribu. Jadi statement itu seperti self criticism kepada kita sendiri," jelas Sandi. (OL-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved