Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

MER-C Tawarkan Jadi Mediator Kesehatan dalam Insiden Mako Brimob

Haufan Hasyim Salengke
10/5/2018 19:15
MER-C Tawarkan Jadi Mediator Kesehatan dalam Insiden Mako Brimob
(MI/ Adam)

LEMBAGA kemanusiaan global Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mengusulkan diri untuk memfasilitasi dan membantu korban insiden kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, yang mengakibatkan lima personel polisi gugur.

"MER-C mencoba untuk mem-propose untuk menjadi mediator di bidang kesehatan. Jadi kita, kalau diizinkan oleh pihak Polri dan tahanan di Mako Brimob, kita akan menjadi mediator di bidang kesehatan, syukur-syukur bisa melebihi hal tersebut," ujar dokter dan aktivis MER-C Joserizal Jurnalis di kantor MER-C, Kamis (9/5).

"Kenapa kita mengusulkan ini adalah dalam rangka untuk mencegah jatuhnya korban yang lebih lanjut, karena harga nyawa manusia itu sangat penting dan kita meletakkan hal tersebut di tempat yang paling tinggi," tambah Joserizal.

Menurutnya langkah-langkah untuk mencegah terjadinya korban lagi merupakan hal yang sangat penting bagi aktivis kemanusiaan.

Dari pihak MER-C, lanjutnya, mengusulkan untuk mediasi kesehatan lebi dahulu, merawat yang luka-luka, kemudian mencoba menilai bagaimana keadaan di dalam Mako Brimob.

"Apakah suplai air dan makanan cukup buat para tahanan. Dan (korban) dari pihak Polri tentu sudah dievakuasi tetapi kami akan mencoba mencari informasi lebih dalam apakah masih ada yang disandera dan lain sebagainya," kata Jelas Joserizal.

Pada prinsipnya, ia menekankan, aktivis kemanusiaan di MER-C berdiri netral dalam masalah insiden di Mako Brimob, tidak bepihak pada tanahan atau pihak Polri. "Ini penting prinsip ini kami pegang supaya bisa diterima oleh kedua belah pihak," ujarnya. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya