Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Suara Ledakan di Mako Brimob Sempat Gegerkan Warga

Kisar Rajaguguk
10/5/2018 15:52
Suara Ledakan di Mako Brimob Sempat Gegerkan Warga
(ANTARA)

WARGA Kota Depok yang tinggal di Kelurahan Pasir Gunung Selatan dan Tugu, Kecamatan Cimanggis digegerkan ledakan bom dari dalam area Markas Komando Korps Brigade Mobil Polri (Mako Brimob).

Syahroni, 60, saksi mata dan warga Kelurahan Pasir Gunung Selatan mengatakan, dentuman keras itu terasa hingga radius 500 meter dari Mako Brimob.

“Orang-orang pada ngomongin kejadian itu. Semua pada kaget," kata dia, Kamis (10/5).

Syahroni sendiri dan anggota keluarganya sempat menundukkan kepala sambil pegang tembok di rumahnya. Karena mengira telah terjadi kokang senjata dilingkungan Mako Brimob untuk membebaskan salah seorang anggota Polri yang disandera anggota komplotan teroris.

Kericuhan dan penyerangan di Mako Brimob Selasa malam (8/5) menewaskan lima Bhayangkara Kusuma Bangsa Polri dinilai Syahroni tak bisa ditolelir. Ia mengatakan, para napi teroris itu harus diberikan tindakan tegas. “Polisi saja diperlakukan keji, gimana rakyat kecil," ucapnya greget.

Hal senada diungkapkan Tarmuji, 46. “Dentuman bom itu sangat keras. Saya dan keluarga sampai tiarap di lantai rumah, “ ucap warga Kompleks PT Timah Tbk, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok itu.

Ia mengatakan, dentuman bom di Mako Brimob terdengar sampai ke kawasan Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukma Jaya, Kota Depok. “Saya dikabari teman, katanya ia dan keluarganya juga mendengar dentuman bom seperti terjadi perang. Saya bilang ke dia, dentuman itu dari lingkungan Mako Brimob," katanya.

Menyoal suara ledakan tersebut, Wakapolri Komjen Syafrudin itu terjadi pada proses sterilisasi lokasi. "Karena di dalam itu banyak senjata, kita tidak tahu apa yang mereka lakukan di dalam, sehingga dilakukan sterilisasi. Ledakan-ledakan yang anda dengar, itu tidak ada korban jiwa," kata dia.

 

Kembali normal

Berdasarkan pantauan Media Indonesia pada Kamis (10/5), sejumlah portal kerucut di depan Halte Mako Brimob, Jalan Raya Komisaris Jenderal M. Yasin yang dipasang Rabu (9/5) telah dicabut.

Para pengendara dari Jalan Raya Bogor menuju ke Jalan Margonda Raya, Pancoran Mas dan sebaliknya sudah diizinkan menggunakan jalan tersebut.

Dibukanya jalan itu setelah Polri berhasil membebaskan satu orang anggota Antiteror Densus 88 Polri yang disandera para napi teroris selama 12 jam sejak Selasa malam (8/5). Sedangkan 155 orang narapidana teroris dipindahkan dari Rutan Salemba Cabang Mako Brimob ke Lembaga Pemasyarakatan di Pulau Nusakambangan. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya