Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Negosiasi Tak Mempan, Napi Menyerah Setelah Penyerbuan ke Mako Brimob

Kautsar Widya Prabowo
10/5/2018 11:03
Negosiasi Tak Mempan, Napi Menyerah Setelah Penyerbuan ke Mako Brimob
Wakapolri Komjen Syafruddin (tengah) didampingi Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz (kanan) dan Danko Brimob Irjen Rudy Sufahriady (kiri) menyampaikan keterangan pers di Mako Brimob Polda Metro Jaya, Depok, Kamis (10/5).(MI/ROMMY PUJIANTO )

KORPS Bhayangkara melakukan segala upaya dalam menyelamatkan personel yang disandera para narapidana teroris di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Awalnya Polri bertahan menggunakan pendekatan persuasif. Namun, hal itu tak membuahkan hasil yang baik.

Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan, pendekatan persuasif diambil agar tidak ada dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Apalagi, Polri kerap disorot menggunakan isu HAM. "Dan upaya itu tidak berhasil," tambah Syafruddin.

Untuk itu akhirnya, Polri melakukan penyerbuan. Sekitar pukul 07.00 WIB, terdengar beberapa rentetan tembakan dari dalam kawasan Mako Brimob. Jenderal bintang tiga itu mengatakan, rentetan tembakan itu merupakan upaya penanggulangan yang dilakukan petugas.

Pasalnya, narapidana terorisme masih memiliki senjata api yang dirampas dari petugas yang gugur saat kerusuhan beberapa hari lalu. Upaya tersebut, menurutnya, dilakukan untuk memastikan narapidana teroris tak berbuat macam-macam.

"Tapi kita pastikan tidak ada korban jiwa," kata Syafruddin.

Polri pun berhasil menanggulangi perlawanan narapidana teroris yang sebelumnya menguasai rutan cabang Salemba tersebut sekitar pukul 07.15 WIB. Sekitar 90% dari total 155 narapidana terorisme langsung menyerahkan diri. Petugas pun kemudian melakukan finalisasi penyerahan diri narapidana teroris. (OL-5)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Anata
Berita Lainnya