Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Direktur PT NW Abadi, Tenno Sujarwanto, meyakini optimalisasi pengolahan sampah menjadi listrik dengan sistem 'Circulating Heat Cumbastion Boiler (CHCB)' tidak akan lama lagi.
Setelah Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan terbit, pihaknya tinggal menunggu Power Purchase Agreement (kontrak jual beli listrik) dengan PT PLN (persero).
"Segera setelah PPA dengan PLN terbit, pengoperasian segera dioptimalisasi, sebab listrik sudah bisa dijual," ungkap Tenno, Selasa (24/4).
Sejauh ini, kata Tenno, koordinasi pihaknya dengan PT PLN (Persero) berjalan lancar. Sebab, dalam payung hukum yang berlaku, pada Pasal 10 Perpres 32 Tahun 2018 Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menugaskan PT PLN (persero) untuk membeli tenaga listrik dari pengembangan PLTSa. Dari pembelian listrik tersebut, PT PLN bisa mendapat kompensasi.
Terkait masalah infrastruktur penunjang, kata Tenno, pihaknya telah membangun 1,5 megawatt sistem penghasil listrik yang siap beroperasi. Di samping itu, ada sekitar 2,3 megawatt yang sedang diinstalasi.
"Kita secara bertahap menyiapkan teknologi, total memang ada sekitar 34,6 megawatt, kami bangun lagi secara parsial sampai dengan 2020 mendatang," jelas dia.
Seperti yang diketahui, rencana pembangunan PLTSa di TPA Sumur Batu, Bantargebang telah bergulir sejak 2014. Pemerintah menggandengan perusahaan swasta PT NW Abadi sebagai operator dengan nilai kontrak investasi sebesar 121,1 juta dolar AS.
Pembangunan sempat terhenti lantaran pemerintah setempat menunggu keluarnya Perpres Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan terbit dan masuknya Kota Bekasi sebagai salah satu kota percepatan. (A-5)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved