Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH sopir angkutan kota (angkot) yang beroperasi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali berdemonstrasi. Mereka menuntut agar Jalan Jatibaru Raya kembali dibuka.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum memberi solusi pada mereka. Para sopir yang merasa tidak puas berencana melanjutkan aksi demo mereka pada Selasa (30/1) besok.
Aksi demo pada Senin (29/1) merupakan kedua kalinya digelar para sopir angkot. Mereka merupakan sopir angkot dari sejumlah trayek, yakni M08 Tanah Abang-Kota, M10 Tanah Abang-Jembatan Lima, M09 Tanah Abang-Kebayoran Lama, serta M11 Tanah Abang-Meruya. Mereka meminta Jalan Jatibaru Raya dibuka kembali, agar bisa melintas di depan Stasiun Tanah Abang seperti dulu.
Aksi demo digelar sejak pukul 06.00 WIB. Akibat aksi itu, Transjakarta Tanah Abang Explorer berhenti beroperasi sejak pukul 08.45 WIB.
Pekan lalu, seusai aksi demo pertama mereka digelar, perwakilan angkot dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta sempat menggelar rapat untuk membicarakan solusi atas protes mereka. Namun tidak ada titik temu antara kedua belah pihak.
Saat itu, pihak Dishub memberikan opsi penerapan ganjil genap bagi angkot hingga menawarkan untuk bergabung dengan program OK-Otrip.
Darmono, 47, salah satu sopir angkot rute M10 menuturkan pihaknya menolak opsi-opsi tersebut. "Kalau ganjil genap enggak adil, misal sekarang lagi tanggal genap, terus yang plat ganjil gimana setorannya?" kata dia di Tanah Abang, Senin (29/1).
Sopir angkot M08, Taufik Gumelar, 44, menilai penataan itu menurut dia hanya menguntungkan pedagang kaki lima (PKL). "Kami menunggu keputusan dari gubernur supaya akses jalan ini dibuka seperti semua," ujarnya.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah sempat menemui pendemo seusai menghadap Gubernur Anies. Kepada para sopir angkot, Andri menyampaikan undangan Anies kepada para sopir angkot untuk sarapan bersama di Balaikota pada Rabu (31/1) pagi.
Dalam pertemuan itu para sopir angkot bisa menyampaikan keluhan mereka soal sepinya penumpang yang berdampak pada turunnya pendapatan mereka akibat kebijakan penataan Anies-Sandi.
"Nanti sampaikan (keluhannya). Saya juga enggak tahu (solusinya). Pak Gubernur minta semua masalah yang menyangkut di sini disampaikan. Mungkin beliau sudah punya jalan keluarnya. Nah nanti sama-sama sampaikan apa yang menjadi pemikiran dan usulan," kata Andri kepada sejumlah sopir angkot yang berdemo.
Namun para sopir angkot merasa tidak puas dengan pesan yang dibawa Andri dari Balaikota. Pasalnya, belum ada kepastian apakah tuntutan mereka untuk membuka kembali Jalan Jatibaru Raya dikabulkan. Mereka juga keberatan dengan waktu pertemuan yang dianggap terlalu lama. Mereka ingin bertemu dengan Anies secepatnya, bahkan ingin Anies yang datang untuk menemui mereka.
"Kelamaan Pak, prosesnya. Kami maunya dibuka, Pak. (Gubernur) temui kami langsung saja pak, kayak Pak Jokowi. Kita udah pilih dia jadi Gubernur terus dia nindas kita rakyat kecil. Kami enggak terima begitu," kata salah satu perwakilan sopir angkot kepada pendemo.
Lantaran tidak puas, mereka pun berencana kembali menggelar aksi demo di kawasan Tanah Abang pada Selasa (30/1). "Besok (Selasa) kita parkir dari Blok G sampai sini (depan stasiun). Hari Rabu kelamaan," seru salah satu sopir angkot mengakhiri pembicaraan dengan Kadishub.
Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengaku dibuat pusing oleh aksi demo tersebut. Pasalnya, tuntutan para sopir angkot berubah-ubah. "Awalnya sudah terakomodasi oke (untuk penataan), ternyata menutup Jalan Jatibaru masyarakat jadi marah," kata Shafruhan.
Menurut dia, sopir angkot justru mestinya diuntungkan oleh penataan tersebut. Sebab waktu tempuh jika memutar melalui Flover Jatibaru menuju Blok G justru lebih singkat dibanding rute sebelumnya. Ia justru menduga aksi demo ini ditunggangi.
"Sopir kami yang M08 nggak mau demo, tapi dikoordinasikan," kata dia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved