Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
RACHMI Aulia, 25, masih sibuk memilah beberapa kain di dalam satu toko kain ternama di kawasan Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, kemarin.
Sembari mencocokan dengan tema pernikahannya, Rachmi mengambil beberapa kain untuk dijadikan pilihan.
Ia sengaja datang ke Pasar Mayestik untuk mencari kain seragam untuk panitia acara pernikahannya.
Setelah puas, Rachmi bergegas mengambil kain-kain pilihannya untuk dibayar ke kasir.
Dari dalam dompet, Rachmi mengeluarkan benda bulat kecil berwarna merah.
Benda tersebut merupakan kepingan T-Cash yang dibelinya di gerai salah satu provider.
"Katanya bisa kan bayar pakai T-Cash, jadi untuk kain yang potongan akan saya bayar pakai ini, kebetulan saldo T-Cash saya masih banyak," ungkap Rachmi kepada Media Indonesia, kemarin.
Namun, Rachmi terkejut, ketika sang kasir menolak alat pembayarannya.
Sebab, di tokonya itu belum tersedia pemindai QR Code yang harusnya disediakan mitra Pemprov DKI Jakarta.
Karena itulah, Rachmi terpaksa mengeluarkan alat pembayaran lainnya.
Ia baru bisa membeli kain pilihannya setelah membayar dengan kartu debit miliknya.
"Akhirnya saya bayar pakai kartu debit," kata dia.
Berdasarkan informasi yang didapat, konsep One Kecamatan One Center Enterpteneur (Oke Oce), yang diterapkan melalui digitalisasi di Pasar Mayestik nyatanya belum menyeluruh. Penjual, belum seluruhnya mendapatkan alat pemindai QR code dari pemerintah.
Padahal, sosialisasi digitalisasi pasar sudah dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Selasa (19/12/2017).
Dalam kesempatan itu, Anies berharap transaksi di pasar tradisional sudah menggunakan digital.
Sehingga pergerakan uang tidak tunai (cashless) terjdi di tingkat pasar tradisional.
"Kita berharap ini kesempatan bagi saudara-saudara kita pelaku UMKM yang hari ini kita mulai di Mayestik untuk bisa juga mengubah mindset-nya," ujar Anies beberapa waktu lalu.
Kerja sama ini merupakan perwujudan komitmen T-CASH, KADIN Indonesia, KADIN DKI Jakarta, PT Mikrobisnis Digital Sejahtera (JAKmikro), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan PD Pasar Jaya untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan target Presiden Joko Widodo, yakni ingin mempercepat tingkat inklusi keuangan hingga mencapai target 75% di akhir 2019.
Sayangnya, warga pun banyak yang belum memiliki T-Cash sebagai alat pembayaran.
"Kalau ibu-ibu yang belanja masa iya kita beli T-Cash dulu," kata Enci Ayanah, warga Jalan Depsos Raya, Bekasi Selatan.
Enci menjelaskan, konsep digitalisasi pasar tradisional harusnya disesuaikan dengan kondisi warga.
Paling tidak pemerintah membagikan dulu secara gratis alat pembayarannya. (Gana Buana/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved