Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Tawuran di Hari Pertama Sekolah, Satu Nyawa Melayang

Dede Susianti
02/1/2018 21:22
Tawuran di Hari Pertama Sekolah, Satu Nyawa Melayang
(MI/Dede Susianti)

PADA hari pertama masuk sekolah setelah libur panjang, Selasa (2/1), tawuran pelajar kembali pecah. Satu orang dilaporkan meninggal dalam tawuran tersebut.

Peristiwa itu terjadi di wilayah hukum Polsek Citeureup, Kabupaten Bogor. Namun dua kubu yang terlibat tawuran itu berasal dari sekolah di Kota Bogor, yaitu SMK Karya Nugraha Kota Bogor dan SMK PGRI 2 Kota Bogor.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.15 wib di Jalan Mayor Oking, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Menurut Kapolsek Citeureup, Komisaris Tri Suhartanto, peristiwa itu terjadi saat pihaknya tengah menggelar apel di Mapolsek Citeureup, atau yang jaraknya sekitar 500 meter dari tempat kejadian perkara.

"Jarak lokasi kejadian 500 meter. Kita sedang apel. Makanya langsung kita kejar, kita tangani. Prosesnya cepat," jelas Kapolsek.

Kejadian itu mengakibatkan 7 orang korban, termasuk satu orang meninggal dunia. Korban meninggal dunia atas nama Yudi Saputra, 18, pelajar SMK 2 Kota Bogor yang merupakan warga Kampung Babakan, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Korban yang meninggal langsung dibawa ke RSUD Cibinong Kabupaten Bogor sebelum dipindahkan ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi.

"Korban meninggal mengalami luka di leher dan tangan. Tapi untuk memastikan alat apa yang menyebabkan dia terluka dan meninggalnya apa, kita lakukan autopsi," kata Tri Suhartanto.

Korban lainnya ialah GS, 16; MD, 17; AL, 17; W, 16; dan R, 17. Mereka mengalami luka ringan dan luka sedang dan mendapatkan perawatan medis di klinik Insani Citeureup dan RSUD Cibinong. Mereka merupakan pelajar SMK Karya Nugraha Kota Bogor dan SMK PGRI 2 Kota Bogor.

Kapolsek menyebutkan satu orang lain kini menjalani perawatan di RS Sentra Medika Cibinong. Pelajar tersebut berinisial AF, 17, dari SMK Yapis Kota Bogor. Dia diduga pelaku.

"Jadi korban ada 7 orang. Termasuk satu meninggal dan satu orang lagi yang kita amankan. Diduga dia pelaku. Tapi belum tahu dia yang melukai korban yang meninggal atau korban lain. Nanti kita periksa lebih dalam. Dia sekarang dirawat di rumah sakit," ungkap Kapolsek.

Saat ini, sudah empat orang dimintai keterangan sebagai saksi. Dari kejadian itu, polisi juga mengamankan dua senjata tajam jenis celurit.

Untuk mengantisipasi ekses dari kejadian itu, lanjutnya, pihaknya sudah lakukan komuikasi berjenjang dengan Polres Bogor Kota. "Dua sekolah yang terlibat di Kota Bogor, tempatnya jauh dengan Citeureup atau tempat kejadian. Tapi kita antisipasi dengan polsek-polsek," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mengaku, bersama dengan muspika Citeureup, sudah mendatangi berkomunikasi dengan warga Tarikolot. Begitu juga dengan keluarga korban. "Kami juga sudah kunjungi keluarga korban dan warga Tarikolot. Kami minta mereka untuk bersabar," pungkasnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya