Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Kejahatan di Ibu Kota Turun, Kualitas Naik

31/12/2017 14:40
Kejahatan di Ibu Kota Turun, Kualitas Naik
()

JIKA dibandingkan dengan tahun 2016, jumlah kejahatan pidana di wilayah hukum Polda Metro Jaya mengalami penurunan. Dari data sepanjang 2017, jumlah kejahatan turun 21% atau setara 34.227 kasus. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni berjumlah 43.149 kasus atau turun sebanyak 8.922 kasus.

"Penurunannya cukup signifikan dan kita barengi dengan peningkatan penyelesaian tindak pidana di Polda Metro Jaya. Kejahatan terorisme dan narkoba termasuk yang kami tindak tegas," ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Aziz, kepada wartawan, di Kantor Polda Metro Jaya, kemarin.

Idham merinci dari tingkat penyelesaian tindak pidana di wilayah hukumnya, meningkat menjadi 79% atau setara 27.084 kasus dari jumlah tindak kejahatan pidana yang ada. Di tahun sebelumnya hanya 65% atau 28.252 kasus.

Selain itu, mantan Kapolres Jakarta Barat ini mengungkapkan, tingkat risiko masyarakat melakukan tindak pidana juga mengalami penurunan. Dari jumlah sebelumnya 190 orang, di tahun ini menjadi 150 orang. Hal itu berdasarkan hitungan jumlah kejahatan dibagi jumlah penduduk DKI Jakarta dikalikan per 100 ribu.

"Hasil hitungan kami berdasarkan jumlah kejahatan yang ada teryata turun. Ini kabar yang membahagiakan juga berarti turun 40 orang atau 21%," ujarnya.

Kualitas modus

Kendati dari sisi jumlah tindak pidana menurun, tidak demikian dengan kualitas modus yang diterapkan pelaku kejahatan. Dari temuan yang ada, Kapolda Metro Jaya mengatakan modus tindak kejahatan beragam dan canggih.
"Memang modus melakukan kejahatan pasti berubah-ubah. Pelaku semakin canggih dan pintar. Ini menjadi tantangan kami untuk terus lebih baik," imbuhnya. Salah satu modus kejahatan yang canggih, ungkap Idham, ialah pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM). Pelaku bisa menggandakan atau menduplikasi ATM seseorang.

Pun modus bandar narkoba mengedarkan barang haramnya. Mereka semakin canggih meskipun, ungkap Idham, pihaknya terus menindak tegas. Dalam waktu setahun terakhir, Polda Metro Jaya menembak mati 21 orang dari 54 pelaku narkoba yang ditembak mati Polri seluruh Indonesia. "Polda Metro Jaya mengambil hampir separuh kasus penembakan mati tersebut. "Hampir 48% dilakukan di Polda Metro Jaya," ujarnya.

Dirinya tidak menepis terjadi peningkatan peredaran narkoba di wilayah hukumnya.Jika dirinci, tahun sebelumnya berjumlah 5.333 kasus, sedangkan tahun ini berjumlah 6.087 kasus atau naik 14% (754 kasus). "Beri kami waktu," janji Idham. (Sru/J-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya