Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA dari 27 anggota geng motor yang menjarah pakaian dan boneka di Toko Fernando Store di Jalan Sentosa Raya, Kelurahan Abadi Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, positif mengonsumsi narkoba.
"Setelah dilakukan tes urine, dua orang positif mengonsumsi ganja dan sabu," ungkap Kapolres Depok Ajun Komisaris Besar Didik Sugiarto, kemarin.
Kedua tersangka, AB, 17, dan RY, 17, digelandang kepolisian ke kontrakan mereka di Gang Pitara, Pancoran Mas, Kota Depok, untuk mencari barang bukti ganja dan sabu maupun hasil jarahan.
Dengan mengenakan penutup kepala dan baju tahanan, AB dan RY berjalan tertunduk.
Kontrakan itu menjadi lokasi berkumpulnya geng motor Jepang (Jembatan Mampang).
"Polisi masih mencari barang bukti lain yang tersisa seperti senjata tajam, ganja, sabu, alat isap sabu, dan pakaian yang dijarah pada Minggu (24/12) dini hari. Kami juga tengah mengejar ketua geng Jepang berikut para pelaku lainnya," kata dia.
Rumah kontrakan berupa petakan ukuran 3 x 5 meter itu disewa geng sebagai basecamp.
Warga sudah menyarankan kepada pemilik bernama Jamal yang tinggal di Pancoran Mas agar tidak menyewakan kepada geng motor, sebab selain berisik sering datang polisi ke sana.
Tersangka AB mengaku pihaknya menyewa rumah itu untuk tempat tinggal dan berkumpul.
Rumah itu memiliki beberapa kamar.
"Harga sewanya Rp600 ribu tiap bulan," kata dia tanpa bersedia mengungkapkan dari mana mereka memperoleh uang.
Polisi juga mengamankan tiga perempuan remaja yang diduga bertindak sebagai perekrut anggota baru di media sosial.
"Ya bisa dibilang mereka sebagai pemancing," kata Kasatreskrim Polres Depok Komisaris Putu Kholis Aryana.
Secara terpisah, komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Jastra Putra berharap polisi menggunakan sistem peradilan anak karena para pelaku umumnya masih remaja.
"Kita harus lihat bahwa anak adalah korban pengaruh lingkungan." (KG/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved