Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
"MAU satu, Bu, buat suami saya. Buat ganti, dari kemarin belum ganti," teriak perempuan yang rambutnya diikat karet gelang. "Iya, jangan sampai nanti bolong," timpal perempuan berkerudung yang ada di sebelahnya sembari tertawa. Ungkapan bersahutan itu pun langsung disambut gelak tawa di sana, termasuk sang relawan yang memberikan bantuan berupa pakaian dalam pria.
Mereka bercanda dan saling menggoda melupakan kesedihan yang ada. Itulah suasana di Sekolah Dasar (SD) 2 Empang, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, yang dijadikan tempat pengungsian korban kebakaran, kemarin. Perempuan dengan rambut diikat itu ialah Mulyani, 37, ibu dengan dua anak. Perempuan berkerudung itu ialah Rika Marantika, yang bulan depan genap berusia 30 tahun. Rumah mereka bersebelahan.
Seluruh harta benda mereka ludes terbakar. Tidak ada yang bisa diselamatkan, kecuali yang ada di badan mereka saat itu. Mereka tinggal di kawasan padat penduduk, tepatnya di RT5/RW1, Kelurahan Gudang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.
Senin (25/12) tepat saat umat Nasrani merayakan Natal, terjadi kebakaran gara-gara seterikaan. Akibat peristiwa pukul 13.30 WIB itu, puluhan rumah habis terbakar. Tidak ada korban jiwa dari kejadian tersebut. Dari data kelurahan per Selasa (26/12) petang, total rumah yang terbakar 33 rumah, pengungsi 62 KK/kepala keluarga dengan 219 jiwa. Dari 62 KK, ada 5 KK yang merayakan Natal.
Kendati mereka mengetahui dugaan kebakaran karena setrikaan salah satu warga di sana, Rika sadar kabakaran yang dialaminya itu musibah. Jadi percuma saling menyalahkan. Namun, lanjutnya, hal itu harus dijadikan pelajaran buat semua.
"Pelajaran juga. Istilahnya jangan anggap sepele. Kalau menyeterika pada tempatnya. Ini pelajaran buat semua," kata dia. Senada dengan yang diungkapkan Rika. Mulyani mengatakan kenal dekat dengan semua tetangga, semua korban.
"Di situ semua kayak saudara. Rumah dempetan, kenal semua tetangga," kata dia. Menurutnya, tidak perlu menyalahkan atas kejadian yang menimpanya dan tetangganya. Mereka juga tidak ingin kejadian tersebut menimpanya. Yang terpenting, lanjutnya, selamat semua. "Alhamdulillah kita selamat semua. Kita sama-sama di sini. Ada yang ngebantu di sini. Bisa saling menguatkan. Emang biasa kayak gini, kita sekampung," ungkapnya. Rika mengatakan dia dan yang lainnya saling menguatkan. Tertawa bareng, tidak terlalu dipikirkan, dan tidak menyalahkan orang lain. Kejadian kebakaran sebagai kecelakaan bisa menimpa semua orang. (Dede Susianti/ J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved