Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Halte dan JPO Berhias Sambut Asian Games

19/12/2017 11:40
Halte dan JPO Berhias Sambut Asian Games
(MI/RAMDANI)

MENYAMBUT Asian Games 2018, Pemerintah Provinsi DKI merenovasi halte-halte di seluruh Ibu Kota. Sebagian halte sudah selesai, sebagian lagi masih dalam pengerjaan.

Selama ini fisik halte dibuat seragam dengan tempat duduk dan atap mendatar berwarna hijau atau biru, tetapi kini dirancang bergaya khas Betawi.

Ada pula yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Sebanyak 33 halte yang direnovasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta menghabiskan anggaran sebesar Rp2 miliar tahun ini.

Dana diambil dari anggaran pemeliharaan jembatan penyeberangan orang (JPO), trotoar dan halte Dinas Bina Marga.

Tahun depan anggaran meningkat menjadi Rp50 miliar seiring dengan bertambahnya beban pekerjaan menjadi sebanyak 400 halte.

Kepala Seksi Perencanaan dan Pemeliharaan Dinas Bina Marga Hans Mahendra menyebut desain-desain halte digodok bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dan mahasiswa-mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Pemilihan desain terlebih dulu mempertimbangkan struktur ketahanan halte sebelum ditetapkan desainnya.

Salah satu halte berdesain unik terlihat di Daan Mogot, Jakarta Barat. Halte yang tak jauh dari Apartemen Victoria itu didesain berbentuk daun. Sekilas terlihat dua helai daun hijau raksasa sebagai atap.

Ketika berdiri di bawah atap halte, tampak gambar serat-serat daun di sisi atap halte.

"Kami pilih desain daun karena di kawasan Daan Mogot penuh pepohonan dan tanaman. Kami juga benahi trotoar sepanjang 3 km," imbuhnya.

Kantor pemerintahan juga bersolek.

Halte depan Gedung DPRD DKI di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, didesain dengan ornamen gigi balang.

Saat ini, renovasi halte belum selesai. Hans menyebut pemilihan desain gigi balang itu mencirikan kebudayaan Betawi.

Di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, halte didesain dengan bentuk atap garis bergelombang.

Atap halte dibuat bergelombang layaknya sang saka Merah Putih yang sedang berkibar atau emas Monumen Nasional (Monas).

Sisi terluar atap didesain seperti susunan horizontal batu bata berwarna merah.

"Ini simbol bagi kedinamisan. Tugu Monas bentuknya bergelora. Artinya semangat dan dinamis."

Berbentuk kemah

Halte unik lainnya dibangun di Jalan Selamet Riyadi. Halte dibuat berbentuk kemah kuning.

Halte yang tak jauh dari Jalan Matraman itu mengisahkan tempat singgah Sultan Agung dari Kerajaan Mataram (Matraman) sebelum melawan Belanda di Kota Tua.

Satu lagi halte yang sudah dirapikan di Halte UKI, Jakarta Timur.

Konsepnya kapal layar untuk memberikan semangat dan optimisme.

Di pagarnya ditata ornamen kembang mayang.

Selain halte, Dinas Bina Marga merenovasi jembatan penyeberangan yang kondisinya telah memprihatinkan.

JPO di kawasan Jembatan Gantung, Daan Mogot dan Pasar Minggu akan menjadi prioritas.

"Dari 324 JPO yang rusak ringan, sedang, dan berat, ada 87 yang rusak. Semuanya kami bereskan tahun depan dengan anggaran sebesar Rp21,2 miliar. Halte dan JPO sudah berkondisi baik sebelum Asian Games digelar," papar Hans. (Aya/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya