Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
SAAT hujan mengguyur Jakarta kemarin sore, seorang bocah berusia 5 tahun bernama Dafa terseret arus Sungai Ciliwung. Dafa hanyut tak jauh dari rumahnya di Jalan Inspeksi Ciliwung RT 04/011, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Selatan Irwan mengaku menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.20 WIB. Dua tim petugas diterjunkan mencari Dafa. "Jumlah petugasnya tujuh personel," paparnya, kemarin.
Menurut Kapolsek Tebet Komisaris Maulana, bocah itu tercebur ke Sungai Ciliwung saat hendak mengambil bola dekat pintu air. Kondisi hujan menyebabkan lokasi licin sehingga membuat Dafa tercebur ke sungai yang aliran airnya tengah deras. "Diduga masuk ke gorong-gorong," ujar Maulana.
Bukit Duri termasuk kawasan yang ditertibkan pada era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama karena bangunan di atas kali membuat Sungai Ciliwung dangkal. Sebagian warga yang keberatan pindah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan menang.
Dalam menyikapi hujan yang cuma sebentar sudah berdampak banjir di sejumlah titik di Ibu Kota, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan pasukan oranye, biru, hijau, petugas puskesmas, pemadam, Satpol PP, dan Dinas Tata Air DKI agar selalu berada di lapangan.
Ia angkat jempol kepada ribuan petugas yang bekerja tanpa batas waktu menangani banjir pada Senin (11/12). "Kita terkadang lupa memberikan apresiasi kepada mereka," ujar Anies.
Mantan menteri pendidikan itu menyatakan curah hujan yang tinggi Senin (11/12) menimbulkan sejumlah genangan di berbagai wilayah Ibu Kota. Salah satunya underpass Dukuh Atas yang tergenang karena mesin pompa rusak.
Wagub DKI Sandiaga Uno juga tidak lupa menyampaikan terima kasih atas kerja keras jajarannya menangani banjir.
"Di tengah cuaca hujan yang begitu ekstrem, saya mengingatkan warga Jakarta untuk bersatu menghadapi setiap persoalan. Jangan saling menyalahkan, kita bergotong royong memberikan solusi bagi persoalan Ibu Kota," kata Sandi mengambang.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko memperkirakan cuaca ekstrem melanda Jakarta hingga lima hari ke depan. Hujan dengan intensitas tinggi akan mengguyur pada siang hingga malam hari.
Tingginya intensitas hujan hingga lima hari ke depan disebabkan ada pengumpulan massa udara basah dan uap air cukup signifikan sehingga ada indikasi potensi hujan lebat di beberapa wilayah.
Titik banjir
Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mencatat titik banjir terbanyak terjadi di wilayah Jakarta Selatan, yakni 17 titik dengan ketinggian 10 cm-60 cm.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan Holi Susanto beralasan banjir di wilayahnya disebabkan masifnya pengerjaan proyek pembangunan jalan.
Proyek light rail transit (LRT) di Jalan MT Haryono, proyek underpass Mampang, dan pembangunan jalur moda raya terpadu (MRT) di Jalan Haji Nawi membuat genangan air setinggi 10 cm-60 cm. "Mereka (LRT dan MRT) sudah membongkar saluran eksisting untuk menaruh tiang pancang proyek. Debit air jadi terhalang tiang pancang," cetus Holi.
Sementara itu, tinggi muka air di Kali Bekasi sudah mencapai 300 cm. Sebanyak 49 titik rawan bajir harus diwaspadai. "Seluruh daerah rawan banjir harus waspada akan limpasan Kali Bekasi dan Kali Cakung," ungkap Ketua Taruna Siaga Bencana Kota Bekasi Roby Hermawan.
Kondisi air saat ini terkendali sehingga permukiman warga masih aman. Banjir yang terjadi di Kota Bekasi merupakan kiriman dari Kali Cikeas dan Kali Cileungsi.
Kali Bekasi, kata Roby, menjadi tempat aliran air dari wilayah Bogor. Aliran kali tersebut banyak melintasi sejumlah titik permukiman di wilayah Bekasi Selatan, Bekasi Utara, sampai ke hilir. Saat ini belum ada kejadian luar biasa meskipun musim hujan berada di titik puncak.
"Puncak banjir diprediksi terjadi pada Januari," terangnya. (Aya/Gan/MTVN/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved