Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Gagal Serap Anggaran, Pengadaan Barang di Dinas Pendidikan Dialihkan

Gana Buana
08/12/2017 16:49
Gagal Serap Anggaran, Pengadaan Barang di Dinas Pendidikan Dialihkan
(Ilustrasi)

KEGIATAN pengadaan pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi mulai dialihkan pada bagian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bekasi pada 2018 mendatang. Sebabnya, empat tahun berturut-turut Dinas Pendidikan dianggap gagal lakukan penyerapan anggaran.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri menyampaikan, gagalnya penyerapan anggaran membuat pengadaan barang untuk kemajuan pendidikan di Kota Bekasi berjalan lamban. Padahal, beberapa kegiatan harus segera dilaksanakan.

"Sudah empat tahun belakangan banyak anggraan kegiatan tidak terserap, akhirnya pada APBD 2018, pengadaan barang dipindahkan ke Setda Kota Bekasi," ungkap Ustuchri, Jumat (8/12).

Ustuchri menjelaskan, dalam APBD Perubahan, anggaran sebesar Rp14 miliar untuk pembelian perangkat komputer lengkap dengan servernya tidak terserap. Padahal, pada Februari mendatang siswa-siswi SMP sudah memasuki masa Ujian Nasional (UN). Akhirnya, pengadaan komputer dianggarkan kembali pada APBD murni 2018 mendatang.

Bedanya, kata dia, tugas pengadaan diserahkan pada Sekretariat Daerah Kota Bekasi. Tujuannya, agar hal yang terjadi selama empat tahun terakhir di Dinas Pendidikan tidak terjadi lagi. "Antara dua pengguna anggaran ini sudah bersepakat, lagi pula pembelian perangkat komputer ini memang harus disegerakan,” jelas dia.

Kejadian ini, lanjut Ustuchri, membuat tanda tanya legislator atas kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekerja pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Karena itu, dia berharap dinas teknis terkait lebih memperbaiki kinerja SDM-nya.

“Padahal sudah ada bagian sendiri yang mengurusi pengadaan barang, lagi pula pengadaan barang saat ini sudah seperti belanja online, jadi lebih mudah, murah dan cepat,” tambah Ustuchri.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Ali Fauzi membantah bila sepanjang tahun ini pihaknya gagal melakukan penyerapan. Ia mengklaim hampir 90 persen belanja langsung berhasil diserap.

“Kemarin pengadaan mebeleur senilai Rp60 miliar sudah kita serap kok, sudah hampir 90 persen belanja langsung terserap,” kata dia.

Meski demikian, Ali mengaku, Dinas Pendidikan memang mengalami pengurangan anggaran belanja langsung. Pada pagu anggaran 2017 sedikitnya Rp350 miliar dialokasikan untuk belanja langsung Disdik Kota Bekasi, namun pada pagu anggaran 2018, pihaknya hanya mendapatkan anggaran sekitar Rp260 miliar.

“Termasuk pengadaan komputer untuk pelaksanaan UN 2018 pun sudah dipindah ke bagian pengadaan Setda Kota Bekasi,” tutup Ali. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya