Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN kapala daerah Kota Bekasi sudah mulai memanas. Para bakal calon wali kota terus melakukan sosialisasi ke masyarakat agar mendapatkan dukungan.
Hasil survei yang diluncurkan Djakarta Political Watch (DPW), Senin (4/12) menyebutkan Ketua DPC PPP Kota Bekasi Sholihin memperoleh tingkat kesukaan lebih tinggi dibandingkan politisi senior lain seperti Tumai, Mochtar Mohammad, Anim Imanudin, Sutriyono, Heri Koswara dan Lucky Hakiem.
Sebelumnya pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai, Pilkada Kota Bekasi pada
2018 akan menjadi ajang rebutan tiga partai politik yakni Partai Golkar, PDIP, dan PKS.
Menurut dia, berkaca dari Pileg Kota Bekasi 2014, tiga partai terbesarnya adalah PDIP, Golkar, dan PKS, yang ketiganya akan berebut posisi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi pada Pilkada 2018. Untuk calon-calonnya, Hendri mengatakan sudah terlihat seperti Partai Golkar yang kemungkinan mengusung petahana Rahmat Effendi, PDIP ada mantan
petahana Mochtar Mohamad, dan PKS akan mengajukan Hery Koswara.
Pada survei DPW tersebut, tingkat kesukaan (likeability) warga Bekasi terhadap Sholihin mencapai 65,7% meninggalkan mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad yang hanya mendapatkan 53,3%, Lucky Hakiem 65,5%, Heri Koswara 54,9%, Anim Imanuddin 55,9% dan Sutriyono 57,4%.
Sementara itu posisi pertama diraih Ahmad Syaikhu 82,5% dan disusul Rahmat Effendi 82,2%. "Rahmat Effendi dan Syaikhu saling bersaing dengan selisih persetentase tipis," kata Rahmat.
"Sebagai pendatang baru, Sholihin mendapatkan tempat tersendiri di masyarakat bahkan mengalahkan Mochtar Mohammad dan Lucky Hakiem yang notabene artis," kata Rahmat Hidayat Direktur Djakarta Political Watch (DPW) di Jakarta.
Adapun pada tingkat popularitas, Sholihin menembus angka 27,4% atau unggul sedikit dari Siti Aisyah 24,1%, Tumai 20,1%, Anim Imanudin 18,2%, dan Sutriyono 11,3%. Posisi pertama Rahmat Effendi 90,9% disusul Ahmad Syaikhu 82,9%.
Hidayat menjelaskan Rahmat Effendi paling banyak didukung seandainya pemilihan wali kota Bekasi dilakukan saat survei berlangsung.
Survei Djakarta Political Watch tersebut dilakukan selama 15–28 November 2017 terhadap 400 responden di 12 kecamatan di Kota Bekasi. Para responden diwawancara langsung dan memperoleh tingkat kepercayaan 95%n dengan margin of error 5,0%.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved