Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS Polres Metro Tangerang melakukan pengejaran terhadap Didi, yang mengaku sebagai guru ilmu kekebalan tubuh di Kampung Rawa Kopi, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Pasalnya setelah melakukan ujicoba dengan cara menyiramkan air keras, 14 orang pengikutnya mengalami luka bakar.
Bahkan tujuh orang diantaranya harus dilarikan dan dirawat di Rumah Sakit (RS) Mitra Husada, Teluknaga Kabupaten, Kabupaten Tangerang, karena mengalami luka bakar yang cukup parah.
"Kasus ini masih dalam penanganan petugas Polres Metro Tangerang dan kami masih melakukan pengejaran terhadap orang atau pelaku yang mengaku bisa memberikan ilmu kekebalan tersebut," kata Kapolres Metro Tangerang, Komisaris Besar Harry Kurniawan, kemarin.
Peristiwa itu terjadi, kata Kapolres, berawal ketika ada 14 orang belajar ilmu kekebalan tubuh kepada Didi asal Lampung yang tinggal di rumah Kontrakan d Kampung Rawa Kopi, Desa Gaga, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Banten. Namun setelah mereka diminta membasuh tangan dan kakinya dengan air keras (H20), bukan ilmu kekebalan yang di dapat, melainkan kaki dan tangannya melepuh.
Hal itu mereka yakini, kata Kapolres, karena sebelum kejadian, ke 14 orang tersebut pernah diujicoba dengan cara dibacok menggunakan senjata tajam. Karena merasa tidak apa-apa akhirnya mereka menuruti semua permintaan guru spiritualnya itu.
Begitu dites dengan cara mencuci tangan dan kaki menggunakan air keras (H2O), beberapa saat kemudian mereka yang mayoritas warga Kampung Bayur, Kecamatan Sepatan merasa kepanasan dan melepuh hingga dilarikan ke rumah sakit.
Menurut Dewi, tim Medis RS Mitra Husada, Jumat (21/11) malam, datang tujuh orang yang mengalami luka bakar di bagian tangan dan kakinya. Begitu ditanya mereka mengaku terkena siram air keras hingga kulit di tangan dan kakinya mengelupas.
"Mereka mengalami luka bakar di bagian tangan dan kakinya saja," kata Dewi. Namun ketika ditanya lebih jauh Dewi mengaku tidak tahu. Hanya saja, dia membenarkan kasus tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.(OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved