Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut warga Jakarta telah 'move on' dari situasi panas Pilkada DKI. Iklim toleransi di Jakarta menurutnya telah membaik dalam beberapa waktu terakhir. Hal itu ia sampaikan menanggapi hasil survei Setara Institute yang menyatakan Jakarta sebagai kota paling intoleran.
Sandiaga mengklaim pihaknya memiliki data yang lebih terkini ketimbang data yang dirilis Setara Institute. Data yang dihimpun Pemperov DKI tersebut baru didapat dalam tiga minggu terakhir. Menurutnya, data itu menunjukkan bahwa kondisi Jakarta dalam hal toleransi sudah sangat kondusif.
"Kalau (data) kita baru saja, baru 3 minggu terakhir. Kalau Setara Institute itu kalau nggak salah 2016-2017 pas Pilkada yang waktu itu memang kita lihat sebagai dampak dari sebuah konstetasi yang sempat sangat tinggi pemantauan dari warga, partisipasinya tinggi, tapi setelah itu alhamdulillah dan turun sendiri di akar rumputnya," ujar Sandiaga di Kantor Kecamatan Sawah Besar, kemarin.
Data itu, sambungnya, memiliki indikator yang berbeda dengan yang digunakan Setara Institute. Setara Institute menggunakan variabel penilaian berupa rancangan pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), peraturan daerah, tindakan pemerintah kota, serta pernyataan pemerintah terkait kekerasan berbasis agama. Sementara data yang dimiliki Pemprov DKI berbasis big data yang real time.
"Indikatornya berbeda (dengan yang Setara Institute) kita gunakan big data yang real time, dari segi konflik-konflik yang ada di bawah juga persepsi masyarakat," tambahnya.
Meski begitu, Sandiaga menuturkan akan menjadikan kedua data tersebut sebagai rujukan untuk menciptakan toleransi di tengah kehidupan warga Jakarta. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).
"Tugas kami juga untuk memastikan bahwa Jakarta yang beragam ini bisa memastikan tingkat toleransi warganya, warganya juga meningkatkan kebhinekaan-nya, karena ini adalah wajah Jakarta," tutur Sandi. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved