Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Operasional Trans-Patriot Molor

06/10/2017 09:26
Operasional Trans-Patriot Molor
(ANTARA/RISKY ANDRIANTO)

OPERASIONAL bus Trans-Patriot Koridor I dipastikan molor. Bus yang menurut rencana jadi pionir perubahan alat transportasi di Kota Patriot itu ternyata baru masuk tahap lelang pengadaan bus.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana, ketika dikonfirmasi, menyampaikan rencana pengoperasian bus Trans-Patriot terpaksa ditunda lantaran menunggu pembelian sembilan unit bus.

Spesifikasi bus, merek, dan harga baru keluar dalam lelang katalog elektronik Lembaga Kebijakan Pengadaan barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) pada 5 September 2017. “Karena masuk e-catalogue terlambat, pembelian bus pun terlambat. Operasional Trans-Patriot pun ikut molor,” jelas Yayan, kemarin.

Meski demikian, Yayan memastikan molornya operasional Trans-Patriot tidak akan sampai ke pergantian tahun 2018. Dana sudah tersedia sekitar Rp11 miliar dari APBD 2017. “Awal November saya pastikan sudah bisa beroperasi,” imbuh dia.

Lebih jauh Yayan mengungkapkan moda transportasi masal itu disiapkan untuk mengganti angkutan umum yang saat ini beroperasi di Kota Bekasi. Kapasitas angkut Trans-Patriot diprediksi bisa lebih banyak ketimbang angkutan umum Koasi.

Trans-Patriot didesain bisa membawa penumpang sebanyak 30 orang, sedangkan angkutan umum Koasi maksimal hanya 11 penumpang. Dalam operasional periode pertama, pihaknya bakal mengoperasikan Trans-Patriot sebagai kendaraan menuju tempat transit di Kota Bekasi.

Rute pertama antara lain Harapan Indah-Stasiun Kranji-Stasiun Bekasi-Terminal-Stasiun Bekasi Timur-Stasiun LRT-Jalan Chairil Anwar-Jalan Ahmad Yani-Harapan Indah.

Sebelumnya, Dishub Kota Bekasi berencana mengo­perasikan bus Trans-Bekasi dengan rute Bekasi-Pondok Gede. Namun, spesifikasi jalan sepanjang rute tersebut ternyata terlalu kecil untuk dilalui Trans-Patriot.

Soal tarif penumpang, Ke-tua Dewan Transportasi Kota Bekasi M Harun Al Rasyid mengatakan masih meramu formulanya. Namun, dia memperkirakan tidak jauh berbeda dengan Trans-Jakarta senilai Rp3.500 per orang. “Kami belum tetapkan karena masih dalam pengkajian. Namun, ancar-ancarnya Rp3.500 sampai Rp5.000,” imbuhnya. (Gan/J-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Vicky
Berita Lainnya