Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
LANGKAH Dewanti, 33, maju-mundur saat hendak menyeberangi dua ruas Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, tidak jauh dari Simpang Susun Semanggi (SSS).
Laju mobil yang kencang membuatnya ngeri untuk memantapkan langkah menyeberangi jalan menuju tempat suaminya menunggu di seberang jalan.
Dewanti butuh waktu setidaknya 10 menit untuk mengumpulkan keberanian melewati laju kendaraan yang tidak pernah putus itu.
Wanita yang bekerja di salah satu toko di lingkungan Polda Metro Jaya itu akhirnya tiba di seberang diiringi suara klakson kendaraan.
Ibu dua anak itu mengeluhkan sarana jembatan penyeberangan orang (JPO) depan pintu sisi barat Polda Metro Jaya yang tidak kunjung diperbaiki.
Padahal, jembatan yang mengarah ke Gelora Bung Karno tersebut sangat dibutuhkan pejalan kaki yang akan menuju arah Slipi, Grogol, Tanah Abang, bahkan Tangerang.
"Saya sangat membutuhkan jembatan ini. Banyak karyawan SCBD (Sudirman Central Business District) dan perkantoran lainnya yang menggunakan jembatan ini untuk menyeberang saat pulang kantor. Soalnya, dekat pintu Senayan itulah angkutan kota menunggu," tuturnya, Jumat (28/9).
JPO yang kini disebut jembatan buntung karena tinggal sebelah setelah terdampak oleh proyek MRT (mass rapid transit) itu, sudah dua tahun menganggur.
Karena sudah buntung, jembatan hanya bisa digunakan konsumen Trans-Jakarta menuju halte yang letaknya di tengah.
Sementara itu, pengguna yang berada di seberang terpaksa mempertaruhkan nyawa dengan berlari untuk melewati jalan protokol.
Menurut Dewanti, sebenarnya ada pintu kecil menuju ke dekat halte Trans-Jakarta, tetapi digembok.
Jadilah setiap orang yang menyeberang harus melewati bawah tangga dengan menyeberangi dua ruas jalan dari arah Semanggi ke Blok M dan sebaliknya.
Zaskia Renata, 29, yang juga terlihat tergopoh-gopoh menyeberang jalan, mengaku kesal dengan sarana umum yang dibiarkan buntung.
"Saya pernah mau ditabrak mobil, entah sopirnya buru-buru atau ngantuk. Dia enggak lihat tangan saya memberi isyarat mau menyeberang," paparnya.
Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKB Budiyanto mengaku sudah mengusulkan ke pihak Pemprov DKI supaya segera memperbaiki JPO buntung.
"Kami juga menunggu diperbaiki, tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda," tuturnya
Untuk mencegah terjadinya kecelakaan, Polantas ditugaskan membantu masyarakat yang memilih menyeberang lewat tempat tersebut.
"Tugas kami memberikan pelayanan. Kami bantu siapa pun yang terpaksa menyeberang di sana," jelasnya. (Sri Utami/J-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved