Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi menyatakan Kali Bekasi sebagai pemasok utama air baku perusahaan daerah air minum (PDAM) setempat sudah tak layak lagi dikonsumsi.
Meski demikian, PDAM Tirta Patriot selaku penyedia dan pengelola air bersih di sana mengaku tak dapat berbuat banyak selain tetap menggunakan Kali Bekasi sebagai pemasok utama untuk memenuhi kebutuhan 60 ribu lebih pelanggan.
“Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, kita sudah dibantu dengan pasokan air dari sodetan Kali Malang. Namun, kita tak bisa mengambil banyak dari Kali Malang karena itu untuk memasok air bersih warga Jakarta. Perbandingannya ialah 1:4 antara air dari Kali Malang dan Kali Bekasi,” tutur Pejabat sementara (Pjs) Direktur Umum PDAM Tirta Patriot Cecep Ahmadi, kemarin.
Ia menjelaskan kebutuhan air bebas limbah di Bekasi mencapai lima kubik per detik. Pihaknya hanya bisa mengambil air dari Kali Malang melalui sodetan Tarum Barat maksimal hanya satu kubik per detik. Karena itu, mau tak mau, empat kubik sisanya diambil dari Kali Bekasi.
“Terus terang saja, kualitas air dari dua sumber itu jelas berbeda, lebih baik dari Kali Malang,” ucap Cecep.
Seringnya Kali Bekasi tercemar, sambung dia, sangat mengganggu kontinuitas produksi. Berulang kali pihaknya terpaksa mengurangi debit pasokan air ke pelanggan saat Kali Bekasi sedang tercemar berat. Komplain dari pelanggan pun tak terelakkan.
“Ya, mau bagaimana lagi, kalau Kali Bekasi tercemar berat, otomatis mengganggu produksi air bersih. Dampaknya pasti ke kualitas layanan air kepada masyarakat,” kata Cecep.
Limbah pabrik
Hasil uji laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi atas sampel air di Kali Bekasi menyebutkan kondisi air sudah tak layak lagi dikonsumsi manusia. Kandungannya bahkan sudah tak ada lagi oksigen saat tercemar berat seperti pada awal pekan lalu.
“Air Kali Bekasi itu masuk kategori peringkat keempat. Artinya, itu hanya layak untuk diminum ternak dan pengairan pertanian. Sementara untuk kebutuhan manusia, harus peringkat pertama. Jadi sangat jauh kualitasnya,” beber Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi. Ia menambahkan, air kali yang masuk peringkat pertama hanya aliran Kali Malang.
Awalnya, air Kali Bekasi masuk kategori pertama sehingga menjadi air baku PDAM setempat. Namun, karena seringnya perusahaan-perusahaan yang membuang langsung limbah mereka ke kali (tanpa lebih dulu diolah), air Kali Bekasi jadi tercemar berat.
Dinas Lingkungan Hidup menemukan 18 perusahaan yang diduga kerap membuang limbah mereka langsung aliran Kali Cileungsi dan Kali Cikeas yang menjadi hulunya Kali Bekasi.
Terakhir, dua perusahaan tertangkap tangan mencemari kali. Dua perusahaan tersebut ialah PT Mikie Oleo Nabati Industri yang merupakan perusahan produsen minyak sayur dan PT Jeil Indonesia ialah perusahaan yang bergerak di bidang konveksi.
Akibat pencemaran itu, kandungan oksigen yang ada di air Kali Bekasi nyaris nol. Dari ketentuan minimal kandungan oksigen sebesar 4 Mg/L air, kandungan oksigen yang ada di Kali Bekasi hanya 0,584 Mg/L. Bahkan kandungan klorin atau zat kimia yang mengadung racun mencapai 3,10 Mg/L. Padahal, maksimal yang diperbolehkan sebesar 0,03 Mg/L.
“Akan kita lakukan kajian ulang untuk standar baku mutu air di PDAM dalam waktu dekat,” ucap Lutfi. (J-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved