Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota Bekasi mengusulkan wilayahnya menjadi tempat uji coba pemanfaatan sampah menjadi tenaga listrik. Sebab, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi sudah kelebihan beban.
“Kami harap usulan itu diterima, maunya kami begitu,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, akhir pekan lalu.
Memang, ungkap Luthfi, ada sekitar lima kota/kabupaten lainnya mengajukan hal yang sama. Di antaranya Kota Bandung dan Tangerang. Namun, untuk proses penyeleksian akan diserahkan pada Kementerian Lingkungan Hidup.
Usulan ini, jelas Luthfi, dilatarbelakangi potensi sampah yang masuk ke TPA Sumur Batu yang harus segera diolah jika tidak dalam lima tahun ke depan sudah tidak bisa menampung sampah lagi. Apalagi pihaknya hingga saat ini belum bisa melakukan perluasan lahan akibat tingginya harga jual pemilik lahan pada pemerintah setempat.
Berdasarkan catatannya, per hari volume sampah yang masuk ke TPA Sumur Batu sekitar 1.800 ton. Sampah ini dihasilkan sekitar 2,6 juta penduduk Kota Bekasi.
“Kalau dengan pengajuan tempat uji coba ini bisa mengurangi sampah kenapa tidak kami ajukan,” kata Luthfi.
Selain itu, kata Luthfi, pemerintah bisa mendapatkan keuntungan lainnya. Adanya pemasukan tambahan pendapatan asli daerah (PAD) dari hasil penjualan listrik tersebut pada operator listrik seperti Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, untuk itu perlu dipastikan adanya payung hukum yang mengatur asas jual beli listrik itu.
“Sejauh ini belum ada payung hukum yang mengatur berapa besaran tarif jual listrik tersebut. Jadi kita belum bisa memproyeksikan berapa PAD yang bisa kita hasilkan,” kata dia.
Asisten Daerah III Kota Bekasi Dadang Hidayat mengaku, usulan adanya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS) di wilayahnya sudah bergulir sejak 2015 lalu. Bahkan, pihaknya telah menggandeng pihak ketiga untuk membangun PLTS di area TPA Sumur Batu seluas 6.800 meter persegi itu.
Menurut Dadang, bila teknologi tersebut sudah berjalan prediksinya akan membakar sebanyak 116 ton sampah per jam atau 2.784 ton sampah per hari.
“Sudah sempat groundbreaking dari 2015 lalu, tapi masih terkendala pembuatan alat dari pihak ketiga. Info kalau bulan depan peresmian PLTS oleh Presiden Jokowidodo saya juga baru dengar,” kata Dadang. (Gan/J-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved