Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menggandeng berbagai pihak, salah satunya Jepang dalam hal ini Japan International Corporation Agency (JICA) untuk mengatasi masalah penurunan permukaan tanah yang tiap tahunnya diperkirakan mencapai 5-12 sentimeter (cm).
Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Periumahan Rakyat (PUPR) Imam Santoso mengatakan ada tiga penyebab turunnya permukaan tanah, yaitu beban tanah yang berlebihan akibat pembangunan, pemadatan tanah, dan penggunaan air tanah.
Kondisi Jakarta, kata Imam, lebih disebabkan oleh penggunaan air tanah dan pembangunan yang berlebihan. Masih banyak masyarakat Jakarta yang belum beralih pada penggunaan air PAM, sehingga berdampak pada penurunan tanah tiap tahunnya.
"Kita mengajak Jepang untuk bekerja sama mengkaji penurunan tanah Jakarta. Dari kerja sama ini, kita bisa menghasilkan proyek ke depan atau aturan-aturan untuk menyetop penurunan tanah. Makanya, kami juga melibatkan Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Bappenas, dan Pemprov DKI Jakarta," papar Imam di Jakarta, Kamis (27/7).
Imam mengatakan pihaknya sudah memiliki data penurunan tanah yang terjadi setiap tahun di Jakarta. Catatan tersebut berasal dari patok penanda yang dipasang di daerah Pluit, Jakarta Utara.
"Kalau tidak disetop, Jakarta tenggelam karena air laut terus masuk. Bayangkan saja kalau 2030 dan air naik sampai 12 cm per tahun, berarti 10 tahun hampir 1,2 meter," cetusnya.
Selain dengan Jepang, pemerintah juga menggandeng negara lain guna menyelesaikan permasalahan penurunan tanah Jakarta yang masuk dalam proyek besar National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Mereka ialah Korea Selatan melalui Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan Belanda melalui Ministry of Infrastructure and Environment (MIE).
Di kesempatan yang sama, Senior Representative JICA Indonesia Office Tetsuya Harada mengklaim negaranya ikut dalam proyek itu karena sudah berpengalaman dalam menyetop penurunan tanah. Menurutnya, kondisi Jakarta saat ini serupa dengan Tokyo sebelum 1970.
"Pada saat itu, salah satu bagian di Tokyo mengalami penurunan tanah sampai lebih dari empat meter. Namun, sejak saat itu, pemerintah Jepang membuat aturan pengamanan sumber air untuk industri dan aturan tentang penggunaan air tanah. Sejak saat itu, sekitar 1970an, kami berhasil menyetop penurunan tanah," papar Harada.
Kerja sama itu akan dimulai per September 2017 dengan kontrak selama 3-4 tahun ke depan. Jepang akan mengirimkan konsultan ahli ke Jakarta untuk turut membantu pemerintah mengkaji dan memberikan solusi atas persoalan tersebut. Nantinya, kajian dari mereka akan dipakai sebagai bahan pengambilan keputusan oleh pemerintah.
"Kami sudah berhasil membantu Bangkok dengan persoalan yang sama. Sekarang kami mau mendukung pemerintah Indonesia untuk juga menyetop penurunan muka tanah di Jakarta," pungkas Harada. (OL-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved