Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Penyelundup Satu Ton Sabu Gunakan Sistem Sel Terputus

Nicky Aulia Widadio
15/7/2017 18:57
Penyelundup Satu Ton Sabu Gunakan Sistem Sel Terputus
(ANTARA)

POLISI menduga jaringan dari pelaku narkoba yang tertangkap di Serang, Banten pada Kamis (13/7) lalu membawa lebih dari 1 ton sabu menggunakan sistem distribusi sel terputus untuk menutupi jejak sindikat mereka.

"Analisa kami nggak mungkin mereka dari sana hanya mengantar 1 ton sabu ke Indonesia saja," kata Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKB Gidion Arief Setyawan saat ditemui di ruang kerjanya.

Sabu yang dijemput oleh keempat kurir, yakni Lin Ming Hui, Chen Wei Cyuan, Liao Guan Yu, serta Hsu Yung Li sebagian berasal dari China dan sebagian lagi dari Myanmar. Keempat pelaku merupakan pekerja kasar (kuli) di negara asalnya, Taiwan. Mereka dijanjikan upah kisaran Rp 80 juta hingga Rp 200 juta tergantung peran masing-masing.

Sabu diduga diantar menggunakan sebuah kapal besar hingga ke area Selat Sunda. Gidion mengklaim pihaknya telah mengetahui kapal pengirim tersebut, namun enggan menyebut kapal yang dimaksud. Sabu kemudian diantar menggunakan kapal kecil tanpa mesin dan tanpa lampu kepada keempat pelaku ke bibir pantai.

Gidion mengaku belum mengetahui siapa pemesan dari sabu senilai Rp 1,5 triliun tersebut lantaran mereka menggunakan sistem sel terputus. Kepada penyidik, para pelaku mengaku tidak mengenal siapa pengendali distribusi sabu tersebut. Mereka bahkan tidak mengenal sosok yang mengantarkan sabu kepada mereka hingga ke bibir pantai.

"(Yang mengantarkan) menurut keterangan tersangka menggunakan bahasa mandarin. Dia pun nggak mengenal yang menurunkan ke pantai, jaringan terputus," jelas Gidion.

Distribusinya sendiri diduga ke wilayah DKI Jakarta. Namun, tidak menutup kemungkinan sabu ini nantinya akan disebar ke sejumlah wilayah lain.

Skenario yang disiapkan, begitu sabu sampai di tangan keempatnya (kurir), akan ada panggilan telepon kepada mereka untuk mengetahui kemana barang harus diantarkan.

"Pokoknya perintahnya nunggu di sana nanti ada orang ambil barang itu. Nggak tahu dia orangnya siapa," tambahnya.

Keempat pelaku juga menyiapkan tiga mobil sewaan. Satu mobil disiapkan sebagai voorijder, mobil kedua untuk membawa barang, lalu mobil ketiga untuk melarikan diri. Jika dihadang petugas kepolisian, mereka berencana menabrakkan diri.

Namun, pelaku tidak memperkirakan penghadangan akan terjadi di bibir pantai. Ini lah yang menyebabkan pelaku menabrakkan mobil kepada petugas hingga petugas menindak tegas pimpinan mereka, Lin Ming Hui.

Butuh waktu sekitar 1,5 bulan bagi para pelaku untuk memetakan lokasi penjemputan sabu tersebut. Selama 1,5 bulan tersebut mereka menginap di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat. Selama itu pula, mereka melakukan survei lokasi. Titik di Dermaga Hotel Mandalika sendiri sebelumnya telah mereka survei hingga empat kali.

Selama di Indonesia mereka juga menggunakan jasa penduduk setempat, seperti jasa pemandu wisata, supir taksi online, hingga restoran. Namun pada hari H, mereka melakukan upaya penyelundupan tanpa bantuan warga negara Indonesia (WNI).

Polisi pun telah memeriksa pihak-pihak tersebut sebagai saksi guna memetakan lebih lanjut aktifitas mereka selama di Indonesia. Namun, sejauh ini tidak ada keterlibatan mereka dengan distribusi sabu yang dilakukan keempat pelaku. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Soelistijono
Berita Lainnya