Selasa 11 Juli 2017, 12:19 WIB

Polisi Siapkan Sketsa Diduga Pelaku Penganiayaan Hermansyah

Antara | Megapolitan
Polisi Siapkan Sketsa Diduga Pelaku Penganiayaan Hermansyah

MI/BARY FATHAHILAH

 

KEPOLISIAN Resor Kota Depok menyiapkan sketsa wajah yang diduga pelaku pengeroyokan dan penganiayaan terhadap Pakar Telematika ITB Hermansyah di Jalan Tol Jagorawi Jakarta Timur.

"Kami melakukan penyelidikan untuk menggambarkan sketsa wajah yang diduga sebagai pelaku," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho di Polres Depok, Selasa (11/7).

Dari keterangan istri Hermansyah, Iriana, kata Teguh, kami mendapatkan gambaran wajah yang diduga pelaku dan digambarkan secara jelas oleh Iriana.

"Tadi kita mendapatkan tiga gambar yang diduga pelaku, dan dideskripsikan secara jelas oleh istri Hermansyah," katanya.

Teguh belum bisa mempublikasikan sketsa wajah yang diduga sebagai pelaku penganiayaan Hermansyah.

"Sketsa wajah masih kita pelajari. Kami silent dulu," ujarnya.

Polresta Depok meminta keterangan Istri Hermansyah, Iriana yang berkewarganegaraan Rusia ke Polresta Depok, Senin malam (10/7) untuk
menggambarkan tentang ciri-ciri yang diduga sebagai pelaku.

Kedatangan Iriana dalam rangka penyelidikan, dimana penyelidikan untuk kasus ini gabungan Polresta Depok, Polres Jakarta Timur dan Polda.

"Hanya penyelidikan saja, karena kita di sini, saling tukar informasi Timur, dan Polda. Pengungkapan ini dilakukan pembagian tugas," jelasnya.

Sebelumnya Pakar Telematika, Hermansyah yang menjadi korban pengeroyokan dan penganiayaan di Tol Jagorawi KM 6 (antara TMII - Tol JORR) Jakarta Timur, Minggu (9/7).

"Dari hasil pengecekan ke RS Hermina diketahui ada pasien yang diduga korban pengeroyokan dan penganiayaan sebagaimana dimaksud pasal 170 yo 351 KUHP sekitar pukul 04.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Teguh Nugroho.

Ia menjelaskan kejadian penganiayaan itu terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, ketika itu korban dan adiknya menggunakan 2 mobil dari arah Jakarta bermaksud pulang ke Depok, di mana korban menggunakan mobil Toyota Avanza nomor polisi B-1086-ZFT.

Ketika iringan pulang di Tol Jagorawi, mobil yang dikendarai adiknya kejar-kejaran dan saling pepet dengan mobil sedan sehingga mobil adiknya kesenggol dan korban berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mobil sedan tersebut, dari arah belakang ada mobil Honda Jazz yang merupakan teman dari pengendara mobil sedan memepet mobil korban.

"Sekitar KM 6 Tol Jagorawi mobil korban disuruh menepi oleh pelaku kemudian korban oleh pelaku disuruh membuka pintu," ungkapnya.

Setelah korban turun langsung diserang oleh para pelaku yang berjumlah sekitar 5 orang, dan seorang di antaranya menggunakan senjata tajam setelah itu para pelakunya melarikan diri.

"Akibat kejadian tersebut korban terluka di bagian kepala, leher dan tangan, lalu korban menyender di jok mobil dan sempat ditolong oleh petugas Jasa Marga kemudian korban dibawa ke RS Hermina Depok," ujarnya.

Hermansyah merupakan saksi ahli kasus percakapan mesum Habib Rizieq Shihab dengan Firza Husein. Dalam kesaksiannya Hermansyah menyebutkan bahwa percakapan tersebut palsu. (OL-6)

Baca Juga

Antara

Positivity Rate di DKI Makin Turun, Kini Hanya 0,6%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:20 WIB
Pemprov DKI terus menggencarkan vaksinasi covid-19. Untuk vaksin dosis pertama sudah mencapai 10,79 juta orang dan dosis kedua menyasar...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Polisi: Utang Rp1 Juta di Pinjol Ilegal Membengkak jadi Rp50 Juta

👤zaenal arifin 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:10 WIB
Masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal mengalami ganguan kejiwaan setelah mengetahui total pinjaman yang harus dibayar berkali-kali...
Antara/Indiranto Eko Suwarso

Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat, Monas Belum Dibuka untuk Wisatawan 

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 18:29 WIB
Dia menambahkan, saat ini UPT Monas sedang menunggu keputusan pemerintah untuk diizinkan kembali...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya