Sabtu 01 Juli 2017, 04:31 WIB

Monas Terus Berbenah Sambut Ratusan Ribu Warga

Yanurisa Ananta/J-4 | Megapolitan
Monas Terus Berbenah Sambut Ratusan Ribu Warga

MI/ARYA MANGGALA

 

LIDAH api berlapis lembaran emas di ujung atas Tugu Monumen Nasional (Monas) ternyata masih menjadi daya tarik warga untuk menghabiskan sisa libur pasca Hari Raya Lebaran.

Mahkota itu melambangkan semangat perjuangan yang menyala-nyala, persis semangat ratusan ribu warga yang rela antre untuk naik ke atas monumen.

Beberapa pengunjung baik anak-anak maupun dewasa tampak mengantre untuk masuk kemudian naik ke puncak Monas.

Beberapa lainnya memilih rehat sejenak di pelataran sambil minum atau sekadar duduk-duduk di bawah rindang pohon, pada hamparan rerumputan taman di area Monas.

Kerumunan pengunjung juga tampak di bagian Cawan Tugu Monas.

Mereka berswafoto dengan latar pemandangan Jakarta dari ketinggian.

Atau ada juga yang sekadar menikmati pemandangan luas yang memanjakan mata.

Bukan hanya warga Jakarta yang datang ke Monas. Zulfa Hasni, 58 tahun, asal Padang, Sumatera Barat sengaja mengunjungi Monas sebelum berangkat ke Bandung.

"Ingin tengok keadaan Monas saja bagaimana. Saya juga ingin pergi ke Taman Mini. Ini kan katanya Monas ada gambar emas di atas," tutur Zulfa yang datang bersama suami.

Pihak pengelola Monas tetap buka pada Lebaran sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB.

Baru di hari kedua Lebaran, Monas ditutup untuk melakukan perawatan.

Sebelum Lebaran, pihak pengelola Monas memprediksi ada 15 ribu pengunjung.

Kemarin, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat bahkan menyebut total pengunjung Monas selama libur Hari Raya Lebaran sudah capai 100 ribu lebih orang.

"Saya sudah cek kebersihannya oke juga ya," kata Djarot, kemarin.

Selain kondisi yang bersih dan nyaman, menurutnya, sajian informasi sejarah perjuangan bangsa Indonesia merebut kemerdekaan dari belenggu penjajah juga menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung.

Djarot mengimbau prestasi tersebut jangan sampai membuat Monas tidak bebenah diri.

Masih ada fasilitas yang harus dipenuhi oleh pihak pengelola Monas untuk meningkatkan pelayanan.

Salah satunya, penambahan fitur huruf Braille di bagian diorama.

"Di diorama kita mau kasih huruf braille. Supaya (ppenyandang) disabilitas bisa membaca setiap sisi sejarahnya," terang Djarot.

Kepala Kantor Pengelola Kawasan Monas Sabdo Kristianto mengatakan, hingga kemarin tercatat sebanyak 114.475 orang memasuki kawasan Monas.

Sementara, 16.947 orang tercatat memasuki area tugu.

Mengantisipasi membludaknya jumlah pengunjung Monas, pihak pengelola akan memberlakukan pembatasan pengunjung di bagian puncak hanya 2.500 orang.

"Jadi kita buka dua shift waktu kunjungan ke puncak Monas. Kalau dari pagi hingga sore hari kita tetapkan 2.000 pengunjung. Sedangkan untuk malam hari hanya 500 pengunjung saja," kata dia.

Warga boleh naik ke puncak Monas mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Setelah rehat dua jam, Monas dibuka lagi pada pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB.

Baca Juga

ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

17 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan dari Jasa Raharja

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 17 Januari 2021, 10:13 WIB
“Setiap korban meninggal dunia memperoleh santunan sebagai bentuk Perlindungan Dasar Pemerintah sebesar Rp50 juta sesuai Peraturan...
MI/M Irfan

Hari Ini Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan

👤Hilda Julaika 🕔Minggu 17 Januari 2021, 09:15 WIB
"Hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada pagi...
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/

Pencarian CVR Sriwijaya Air Difokuskan

👤 (Faj/J-2) 🕔Minggu 17 Januari 2021, 05:25 WIB
 TIM SAR gabungan saat ini fokus pada pencarian keberadaan kotak hitam dari cockpit voice recorder (CVR) pesawat Sriwijaya Air...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya