Jumat 30 Juni 2017, 10:00 WIB

Tetap Bertugas sampai Tuntas

Gana Buana gana@mediaindonesia.com | Megapolitan
Tetap Bertugas sampai Tuntas

MI/RAMDANI

 

RAHMAT, 40, kewalah­an mengangkut tumpukan sampah-sampah di samping Pasar Baru Bekasi, Kamis (29/6) pagi. Timnya sudah dua kali mengangkut sampah-sampah tersebut ke dalam truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Bantargebang, Kota Bekasi, pukul 10.30 WIB. Kekuatan personel petugas kebersihan memang terbatas. Masih banyak yang libur Lebaran. Sebaliknya, volume sampah di Kota Bekasi meningkat membuat beban kerjanya bertambah berkali-kali lipat. Biasanya dinas kebersihan setempat menyiagakan kendaraan khusus pengangkut sampah Pasar Baru Bekasi sebanyak dua kendaraan. Seiring dengan pembagian jatah lembur dan cuti Lebaran, jumlah kendaraan pun berkurang.

Pada hari biasa, Rahmat hanya dua rit mengangkut dan membuang sampah Pasar Baru. Namun, sejak malam takbiran hingga H+2, volume sampah meningkat. Ia dan rekan-rekannya setiap hari mengangkut empat rit dari Pasar Baru ke TPA Sumur Batu, Bantargebang. “Kemarin Rabu (28/6) kami baru selesai sore hari. Wajar saja sampah masih menumpuk di tempat lain karena personel masih kurang,” jelas lelaki yang tinggal di daerah Mustikajaya itu.

Lebaran ini Rahmat mengaku sedih. Bukan karena tambahan beban kerja, melainkan karena harus masuk pada hari Lebaran. Ia hanya punya sedikit waktu untuk bersilaturahim dengan keluarga dan sanak saudara. “Saya punya waktu hingga pukul 12.00. Setelah itu harus berangkat kerja,” imbuh Rahmat. Ayah dua anak tersebut memperoleh upah sebesar Rp1,5 juta per bulan. Selain itu, ada insentif tambahan dari kerja lembur sebesar Rp75 ribu per hari. Karena anak-anaknya sudah mulai besar, dia merasa sedih karena tidak bisa membawa mereka silaturahim ke sanak keluarga yang rumahnya agak jauh.

Keterbatasan personel petugas kebersihan memang berimbas pada penumpukan sampah di sejumlah jalan di Kota Bekasi. Bahkan, jalan-jalan protokol seperti Jalan Sudirman dan Chairil Anwar, pun terlihat kotor oleh taburan sampah. Daun-daun kering terlihat bertebaran pada H+3. Padahal, pekerjaan pesapon (petugas sapu jalan) di jalan protokol harus selesai di pagi hari sekitar pukul 07.00. Sujana, 42, salah seorang pesapon di Jalan Sudirman, mengaku tidak bisa tepat waktu menyelesaikan pekerjaannya karena mendapat tugas tambahan. Ia beserta dua rekannya yang bekerja menjadi pesapon di Jalan Sudirman jadi sukarewan membantu menyapu badan Jalan Ahmad Yani selama rekan lainnya libur Lebaran.

Ia bisa menyapu Jalan Sudirman pada sore hari. “Kalau menyapu siang hari, panasnya enggak tertahankan. Jadi kami istirahat dulu dan baru bergerak pada sore hari,” jelas Sujana. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Jumhana Luthfi menyatakan pihaknya memberlakukan sistem bergilir untuk menyiasati libur Lebaran. Setengah personel kebersihan diliburkan menjelang Lebaran dan akan menggantikan rekannya yang gantian libur. “Pada hari Lebaran hingga H+3 personel berkurang, tapi petugas tetap lembur,” cetusnya.

Abdillah mengaku personel kebersihan saat ini kewalahan menangani volume sampah pasar dan jalan raya. Volumenya meningkat sekitar 20% dari jumlah normal 6.119 meter kubik atau setara dengan 1.528 ton per hari. “Itulah kendalanya. Di sam­ping TPA yang sedang overload, kesiagaan personel pun lemah sehingga banyak sampah belum terangkut pada sore hari,” tukas Luthfi.

Dokter siaga
Kerepotan bukan hanya terlihat di jalanan Kota Bekasi, suasana siaga juga terasa di rumah sakit. Sebanyak 31 dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi tetap siaga sejak mudik Lebaran hingga arus balik sekarang ini. Mereka diminta selalu berada di tempat untuk memberikan layanan medik terutama pada pertolongan darurat. “Para dokter kami siagakan untuk memberikan pelayanan meski sedang libur Lebaran,” papar Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Kota Bekasi Tri Sulistianingsih, kamis (29/6).
Dari 31 dokter jaga terdapat 29 spesialis serta dua dokter umum yang bertugas secara sif. Mereka bertugas di ruang instalasi gawat darurat (IGD) secara bergantian selama 24 jam dengan membagi menjadi tiga sif mulai pukul 07.00-14.00; pukul 14.00-21.00; dan pukul 21.00-07.00.

Tidak ada kekosongan layanan petugas medis selama libur mudik Lebaran. Bahkan, Tri menegaskan dokter lainnya pun siap panggil (on call) dalam kondisi darurat. “Ada dokter yang tidak siaga di rumah sakit tapi mereka siap datang ketika dihubungi. Petugas struktural pun ikut jaga setiap sif,” imbuhnya.

Baca Juga

Dok Jouska

Kasus PT Jouska, Penyidik Periksa 33 Saksi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 20 Januari 2021, 08:12 WIB
Jouska diberhentikan sementara oleh Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi karena tidak memiliki izin sebagai penasihat investasi dan agen...
MI/Ramdani

Banjir Bandang di Cisarua, Bendung Katulampa Terpantau Aman

👤Sri Yanti Nainggolan 🕔Rabu 20 Januari 2021, 03:15 WIB
"Kalau dari informasi TMA masih aman," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad...
Antara/Muhamamd Iqbal

Ada Rencana Mogok Pedagang, Pemkot Jakbar Cek Stok Daging Sapi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 02:30 WIB
Pada Selasa, Sudin KPKP telah menerima informasi adanya rencana mogok massal pedagang daging sapi yang akan diikuti seluruh pedagang di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya