Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BRIGADE Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) KLHK yang bernama Manggala Agni selalu siaga memantau cuaca dan kualitas setiap di setiap harinya. Mereka pun memantau setiap titik panas atau hotspot yang terdeteksi sekaligus melakukan groundchecking guna memastikan keberadaan titik panas sehingga bisa segera dilakukan pemadaman dini.
Semangat Hari Bakti Rimbawan yang diperingati setiap tanggal 16 Maret juga turut mewarnai semangat Manggala Agni dalam melaksanakan tugas di lapangan. Tema “Hutan untuk Kesejahteraan Rakyat dan Lingkungan Sehat” pun menjadi pendorong dalam mewujudkan lingkungan yang sehat dan bebas asap karhutla.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Raffles B Panjaitan menyampaikan Manggala Agni Daops Sarolangun melakukan groundcheck dan berhasil sampai ke titik hotspot yang berada di wilayah Desa Pemuncak, Kecamatan Cermin Nan Gedang, Kabupaten Sarolangun, pada Sabtu (16/3).
Baca juga : Di Tahun 2023, Emisi dari Karhutla Turun 69,75 Persen Dibanding Tahun 2019
“Dalam pelaksanaan groundcheck tentu dilengkapi sarana prasarana pemadaman sehingga dapat segera dilakukan pemadaman dini pada areal terbakar yang terpantau hotspot,” ujar Raffles.
Sementara itu, Manggala Agni Daops Dumai terus melakukan pemadaman di wilayah Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis bersama dengan TNI, Polri dan pihak swasta. Begitu juga di Kabupaten Kampar dan Indragiri Hulu, Manggala Agni terus lakukan pemadaman hingga padam dan tuntas.
Raffles menegaskan semangat Hari Bakti Rimbawan ini harus selalu menyatu dalam jiwa setiap Manggala Agni. Lingkungan yang sehat tanpa asap karhutla dapat terwujud dengan jerih payah yang kuat dari Manggala Agni dalam upaya pengendalian karhutla baik pencegahan maupun pemadaman.
Baca juga : Antisipasi Karhutla, KLHK Andalkan Modifikasi Cuaca dan Kerahkan Manggala Agni
Pencegahan melalui sosialisasi dan patroli tiada henti dilakukan di tingkat tapak dengan tujuan semua lapisan masyarakat dan para pihak memiliki kesadaran menjaga lingkungan sekitarnya dari ancaman karhutla.
Sementara itu, perbandingan total jumlah hotspot tahun 2018 dan 2019, periode 1 Januari–17 Maret 2019 berdasarkan Satelit NOAA terdapat 256 titik, pada periode yang sama tahun 2018 jumlah hotspot sebanyak 326 titik, terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 70 titik (21,47 %).
Sedangkan berdasarkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level 80% terdapat 580 titik, pada periode yang sama tahun 2018 jumlah hotspot sebanyak 382 titik, terdapat kenaikan jumlah hotspot sebanyak 198 titik (51,83 %).(RO/OL-5)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved